Bantahan Trump terhadap Kasus Pelecehan Seksual Dinilai tak Masuk Akal

Dhaifurrakhman Abas    •    Minggu, 17 Dec 2017 05:17 WIB
indonesiadonald trump
Bantahan Trump terhadap Kasus Pelecehan Seksual Dinilai tak Masuk Akal
Presiden AS Donald Trump Foto/Reuters.

Washington DC: Presiden Donald Trump melalui akun twitternya membantah pernah bertemu dengan perempuan yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual. Namun, Associated Press Fact Check mengungkapkan bahwa bantahan Donald Trump itu tidak masuk akal. 

Sebelumnya, bantahan Trump dilakukan melalui media sosial twitternya. Dalam kicauan twitternya, Trump menolak pernah bertemu dengan para perempuan itu.  

"Meskipun ribuan jam terbuang sia-sia dan jutaan dolar dihamburkan, Demokrat masih belum mampu menunjukkan bukti adanya kolusi dengan Rusia -- jadi sekarang mereka bergeser pada tudingan-tudingan palsu dan kisah-kisah rekayasa soal wanita-wanita yang tidak saya kenal/tidak pernah saya temui," ucap Trump via akun Twitter pribadinya, @realDonaldTrump, menanggapi pengakuan para perempuan itu.

Menanggapi bantahan Trump itu, Associated Press Fact Check mengungkapkan pendapat. Menurut mereka, bantahan Trump tidak bertanggung jawab. Mengingat, beberapa perempuan yang dibantah Trump itu, pernah mengisi reality show 'The Apprentice'. Dari foto yang beredarpun menunjukkan Trump pernah bersama beberapa (perempuan) lainnya. Bahkan seorang perempuan lain merupakan jurnalis majalah Rakyat yang juga pernah mewawancarai Trump," seperti dilansir dari AP, Minggu 17 Desember 2017.

Di lain pihak, Juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, mengatakan bahwa bantahan presiden Trump sebetulnya mengacu pada tiga perempuan yang datang pada Senin lalu untuk membahas masalah perilaku Trump dalam tayangan televisi. Ketiganya yakni Jessica Leeds, Samantha Holvey, dan Rachel Crooks yang memaparkan secara rinci tuduhan mereka sebelumnya dalam acara televisi. 

Ketiganya menuduh Trump telah melakukan perbuatan seksual paksa terhadap mereka dan menyerukan Kongres melakukan penyelidikan resmi. Dalam jumpa pers New York City, ketiganya menuduh Trump meraba-raba, mencium paksa, mempermalukan atau melecehkan mereka.

"Tetapi, Trump tidak membuat perbedaan dalam tweetnya. Tweetnya secara luas mengalamatkan dengan apa yang disebut cerita palsu tentang seluruh perempuan yang belum pernah ditemuinya," ujar Associated Press Fact Check .


(SCI)


Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

2 weeks Ago

Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Bernie Sanders memulai kampanye di tempat…

BERITA LAINNYA