Badai Irma Mengancam, Wisatawan di Karibia Diungsikan

Sonya Michaella    •    Rabu, 06 Sep 2017 10:23 WIB
topan badai
Badai Irma Mengancam, Wisatawan di Karibia Diungsikan
Hujan lebat sudah mengguyur Karibia. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Tallahassee: Pemerintah wilayah Florida dan pulau-pulau wisata di Karibia memerintahkan para wisatawan untuk segera mengungsi atau meninggalkan lokasi karena Badai Irma mulai mengancam.

Jika kemarin Badai Irma masuk dalam Kategori 4, maka kini Badai Irma semakin kuat. Dilaporkan, badai tersebut sudah masuk dalam kategori tertinggi, yaitu Kategori 5.

"Badai Irma sudah bergerak sangat kuat, dan berembus sepanjang 300 kilometer per jam," sebut Pusat Badai Nasional yang berbasis di Miami, dikutip dari AFP, Rabu 6 September 2017.

"Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor yang mengancam jiwa," lanjut pernyataan itu.

Tak hanya akan menghantam Amerika Selatan, ternyata Badai Irma juga diperkirakan akan sampai ke pesisir Eropa, yang memang dekat dengan Amerika Selatan.

Tujuan wisata populer Saint Barthelemy dan Saint Martin -sebuah pulau terpisah yang masih masuk teritori Prancis dan Belanda- sudah mulai ditutup. Diperkirakan, kedua destinasi wisata ini akan terkena dampak Badai Irma.

Pengungsian untuk 11 ribu orang di dekat kedua pulau tersebut sedang dibangun. Sementara, gereja-gereja juga dimobilisasi untuk membantu.

Pemerintah daerah setempat memerintahkan warga yang tinggal di pesisir dan daerah-daerah yang mudah tergenang air untuk berlindung dan pindah sementara di lokasi yang cukup tinggi.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sudah mengumumkan status darurat di Florida, Puerto Riko dan Kepulauan Virgin.

Trump juga memberikan wewenang kepada Kementerian Dalam Negeri dan Badan Federal Darurat untuk mengkoordinasikan semua upaya bantuan bencana.

 


(WIL)

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

9 hours Ago

Jika Pemerintah Myanmar ternyata tidak konkret dalam menjalankan usulan Pemerintah Indonesia, pihaknya…

BERITA LAINNYA