Trump Sebut Rezim Opresif Iran Tidak akan Bertahan Lama

Willy Haryono    •    Minggu, 31 Dec 2017 12:00 WIB
politik iranpolitik as
Trump Sebut Rezim Opresif Iran Tidak akan Bertahan Lama
Presiden AS Donald Trump hendak bermain golf di Trump International Golf Course di Mar-a-Lago, California, 29 Desember 2017. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengomentari mengenai aksi unjuk rasa terbaru yang sudah memasuki hari ketiga pada Sabtu 30 Desember 2017. Trump menilai masyarakat Iran menginginkan perubahan, dan "rezim opresif tidak dapat berdiri selamanya."

Trump mengunggah dua potongan video mengenai pidatonya di Majelis Umum PBB pada September lalu di Twitter, yang berisi pernyataan terhadap Iran.

"Rezim opresif tidak dapat bertahan selamanya. Akan datang suatu warga saat warga Iran dihadapkan pada sebuah pilihan," tulis Trump di Twitter, seperti dikutip AFP.

"Dunia mengawasi! (perkembangan di Iran)," lanjutnya. 

Wakil Presiden AS Mike Pence menguatkan pernyataan Trump dengan berkata, "waktu telah tiba bagi rezim di Teheran untuk mengakhiri aktivitas teroris, korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia."

Baca: Iran Minta Warga Tidak Teruskan Unjuk Rasa

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders menambahkan: "Hari-hari dimana Amerika memalingkan wajahnya (dari Iran) sudah berakhir." 

Pernyataan Trump muncul saat ratusan pengunjuk rasa anti-pemerintah bentrok dengan polisi di Universitas Teheran sejak tiga hari terakhir. Demonstrasi juga berlangsung di beberapa kota lain.

Ratusan pedemp pendukung pemerintah juga berkumpul di luar gerbang universitas

Potongan video unjuk rasa berskala luas muncul dari kota Rasht, Hamedan, Kermanshah, Qazvin dan lainnya. Polisi merespons demonstrasi dengan menembakkan meriam air. 

Awalnya menentang kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok, unjuk rasa di Iran meluas menjadi penentangan penuh terhadap rezim.


(WIL)