Trump Respons Mantan Penasihatnya yang Akui Berbohong ke FBI

Willy Haryono    •    Minggu, 03 Dec 2017 10:14 WIB
pemilu asdonald trumppemerintahan as
Trump Respons Mantan Penasihatnya yang Akui Berbohong ke FBI
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons pengakuan bersalah dari Michael Flynn, mantan penasihat keamanan nasional yang tergabung dalam tim transisi semasa kampanye pemilihan umum 2016. Ia menegaskan langkah Flynn saat berada di tim transisi "berada dalam koridor hukum."

Langkah yang dimaksud adalah pertemuan Flynn dengan duta besar Rusia beberapa pekan sebelum Trump menjadi presiden. Hal ini terkait dengan dugaan intervensi Rusia terhadap pilpres AS tahun lalu.

"Saya harus memecat Jenderal Flynn karena dia berbohong ke Wakil Presiden dan FBI. Dia mengaku bersalah atas kebohongan tersebut. Sangat disayangkan karena aksinya saat masih di tim transisi berada dalam koridor hukum. Tidak ada apapun yang perlu disembunyikan," tulis Trump dalam akun Twitter, seperti dilansir BBC, Sabtu 2 Desember 2017. 

Flynn telah mengaku bersalah karena telah berbohong kepada Biro Investigasi Federal (FBI) terkait pertemuannya dengan dubes Rusia. Ia sepakat kooperatif dengan penyelidikan lanjutan yang dipimpin Robert Mueller. 

Pengakuan dari Flynn kemungkinan menyeret seorang tokoh senior lainnya dalam pemerintahan Trump, meski namanya belum disebutkan. Hal ini semakin membuka jalan bagi penyelidikan Mueller. 

Sejumlah media lokal mengatakan tokoh senior itu kemungkinan adalah Jared Kushner -- penasihat dan juga menantu dari Trump. 

Saat digiring keluar oleh agen FBI, Flynn diteriaki "kriminal" dan "penjarakan dia" oleh sejumlah pendemo. Kata-kata tersebut sama seperti yang diucapkan Flynn kepada Hillary Clinton saat konvensi Partai Republik tahun lalu.


(WIL)