Sekelompok Aktivis Berdemo di Asosiasi Senapan Nasional AS

Arpan Rahman    •    Minggu, 05 Aug 2018 18:07 WIB
penembakan as
Sekelompok Aktivis Berdemo di Asosiasi Senapan Nasional AS
Kantor Asosiasi Senjata Api Nasional AS (NRA). (Foto: AFP)

Virginia: Demi menghormati dan mengenang para korban kekerasan senjata api dan melanjutkan seruan untuk aturan kepemilikan yang lebih ketat, para aktivis dari "March for Our Lives" berkumpul di luar markas Asosiasi Senapan Nasional Amerika Serikat (NRA) di Northern Virginia, Sabtu 4 Agustus 2018.

Penyelenggara "National March on the NRA" meliputi sejumlah korban selamat tragedi penembakan di sekolah Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Florida. 
Penembakan di sekolah tersebut menewaskan 17 siswa dan guru sekolah serta memicu gerakan menentang kekerasan senjata api berskala nasional di kalangan pemuda AS.

Para pengunjuk rasa menghendaki larangan terhadap senjata berkapasitas tinggi dan senapan serbu; pemeriksaan latar belakang komprehensif untuk penjualan senapan; dan meminta Dinas Perpajakan AS (IRS) untuk mencabut status bebas pajak NRA.

Demonstrasi ini juga digelar untuk menghormati Joaquin Oliver, salah satu korban tragedi Parkland bernama Guac, yang seharusnya berulang tahun ke-18 pada Sabtu kemarin.

David Hogg, salah satu siswa Parkland, menyerukan donasi demi Guac untuk disalurkan ke Change The Ref (CTR), sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk orang tua korban. Hogg juga mendesak orang-orang untuk bersuara. 

"Orang-orang menamakan kami butiran salju. Apa yang terjadi ketika semua butir salju bersatu? Itu disebut longsoran salju," tulis dia di Twitter, seperti dikutip dari UPI, Minggu 5 Agustus 2018.

Selama unjuk rasa hari, para demonstran mengusung tanda-tanda yang mengecam NRA dan menyanyikan versi lain dari lagu "America The Beautiful."

Pawai di Virginia menjadi bagian dari tur keliling "March for Our Lives" bertajuk "Road for Change." Tujuannya adalah untuk mengadvokasi regulasi senjata api di AS dan mendapatkan lebih banyak pemilih terdaftar menjelang pemilihan paruh waktu bulan November. 

Destinasi selanjutnya dari "Road for Change" adalah Washington D.C pada Minggu ini.


(WIL)