Oposisi Venezuela Berencana Tingkatkan Tekanan pada Maduro

Arpan Rahman    •    Sabtu, 02 Feb 2019 19:23 WIB
venezuela
Oposisi Venezuela Berencana Tingkatkan Tekanan pada Maduro
Wapres AS Mike Pence. (Foto: AFP)

Caracas: Pemimpin oposisi Venezuela yang didukung Amerika Serikat, Juan Guaido, bersiap meningkatkan tekanan terhadap Presiden Nicolas Maduro.

Tekanan akan diberikan lewat aksi unjuk rasa terbaru pada Sabtu 2 Februari 2019 waktu Venezuela.

Sejumlah negara besar Eropa telah menetapkan batas waktu akhir pekan bagi Maduro untuk mengadakan pemilihan umum. Jika pemilu tidak digelar, maka sejumlah negara itu akan bergabung dengan AS dalam mengakui Guaido sebagai presiden interim Venezuela.

"Tirani Maduro harus berakhir dan harus berakhir sekarang," ujar Wakil Presiden AS Mike Pence, dalam sebuah pidato di hadapan para warga Venezuela di Miami, AS, seperti dilansir dari laman AFP.

Sementara Maduro mengaku siap berdialog dengan Guaido. Dalam keterangan kepada kantor berita RIA Novosti, Maduro menuturkan dirinya jendak mendiskusikan krisis saat ini dengan pihak oposisi. Ia menginginkan dialog tersebut diikuti mediator internasional.
 
AS telah mengakui Guaido sebagai presiden interim Venezuela, dan juga menyerukan negara-negara lain untuk melakukan hal serupa. Beberapa negara, termasuk Rusia dan Tiongkok, memilih mendukung Maduro.
 
Venezuela yang memiliki banyak cadangan minyak sempat dikenal sebagai negara sukses di Amerika Latin.

Namun negara tersebut jatuh ke dalam krisis politik dan ekonomi usai dipimpin tokoh sayap kiri selama bertahun-tahun.


(WIL)