Dua Wanita Mengaku Pernah Dilecehkan Donald Trump

Willy Haryono    •    Kamis, 13 Oct 2016 10:03 WIB
pemilu as
Dua Wanita Mengaku Pernah Dilecehkan Donald Trump
Foto Jessica Leeds saat masih berusia 38 tahun. Leeds mengaku dilecehkan Trump dalam sebuah penerbangan. (Foto: The New York Times)

Metrotvnews.com, Washington: Dua wanita mengaku pernah dilecehkan secara seksual oleh calon presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Berdasarkan laporan kantor berita The New York Times, Rabu (12/10/2016), satu wanita mengaku dipegang secara tidak sopan, sementara satunya lagi dicium di bagian mulut oleh Trump. 

Tuduhan kedua wanita muncul setelah The Washington Post merilis sebuah video kontroversial. Dalam video itu, Trump melontarkan serangkaian kata-kata merendahkan wanita.

Dalam debat kedua capres AS pada akhir pekan kemarin, Trump ditanya mengenai kebenaran video tersebut. "Tidak, saya tidak pernah seperti itu," jawab Trump saat moderator menanyakan apakah dirinya pernah mencium wanita atau memegang alat kelamin lawan jenis tanpa izin. 

Mantan pebisnis wanita Jessica Leeds, 74, yang bekerja untuk sebuah perusahaan kertas, mengatakan kepada The New York Times bahwa Trump menyentuhnya secara tidak sopan dalam sebuah penerbangan lebih kurang tiga dekade lalu. Ia mengaku duduk di sebelah Trump dalam penerbangan tersebut.

Sekitar 45 menit setelah pesawat lepas landas, Trump mulai memegang dada Leeds dan juga mencoba menyentuh daerah kewanitaannya. 

"Dia seperti gurita. Tangan dia ada dimana-mana," tutur Leeds. "Itu pelecehan seksual," sambung dia, yang mengatakan peristiwa itu terjadi saat usianya 38 tahun. 

Leeds mengaku seorang pramugari mengundangnya untuk duduk di kursi kosong di samping Trump, pria yang sama sekali belum pernah ditemuinya. Setelah pelecehan terjadi, Leeds kembali ke kursi awalnya. 


Donald Trump muda di awal 1980-an. (Foto: Getty)

Dipegang dan Dicium

Rachel Crooks mengaku pernah menjadi resepsionis sebuah perusahaan real estate di Trump Tower pada 2005. Pada suatu pagi, dia bertemu Trump di luar sebuah elevator gedung. 

Crooks memperkenalkan diri dan bersalaman, tapi Trump tidak mau melepaskan tangannya. Trump kemudian mencium pipi dan "mulut saya secara langsung."

"Perbuatan yang tidak sopan," ungkap Crooks kepada The New York Times. "Saya sangat marah karena mungkin dia berpikir saya ini bukan siapa-siapa sehingga dia bisa berbuat seperti itu," sambungnya. 

Tidak berhenti sampai di situ, Trump meminta nomor telepon Crooks beberapa hari setelahnya. Saat ditanya untuk apa, Trump mengaku akan memberikan nomor telepon Crooks kepada agensi model. 

Karena perusahaan tempatnya bekerja menjalin kerja sama dengan Trump, Crooks mengalah dan memberikan nomor teleponnya. Namun agensi model yang dijanjikan tidak pernah menelepon. Sejak saat itu, Crooks selalu menghindar saat melihat Trump. 

Baik Leeds maupun Crooks tidak pernah melaporkan pelecehan itu kepada aparat penegak hukum. 

 


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA