Trump Minta Tiongkok Putus Hubungan Finansial dengan Korut

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 08 Nov 2017 16:27 WIB
pemerintahan as
Trump Minta Tiongkok Putus Hubungan Finansial dengan Korut
Presiden AS Donald Trump inginkan Tiongkok tak lagi berhubungan dengan Korea Utara (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Beijing: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan meminta Tiongkok memutuskan hubungan finansial mereka dengan Korea Utara (Korut). Dia juga meminta agar Beijing membujuk Pyongyang tunduk pada sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
 
Permintaan Trump ini akan dilakukan melakukan pembicaraan formal dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Pernyataan ini diungkapkan oleh, salah seorang pejabat Gedung Putih pada Rabu, 8 November 2017.
 
Pejabat tersebut mengungkapkan bahwa sang presiden ragu untuk mengumumkan Korut sebagai negara pendukung terorisme pada akhir perjalanannya.
 
"Trump akan meminta Tiongkok untuk memutuskan hubungan finansial ke Korut. Menurut dia, negara itu adalah sponsor terorisme di dunia," seru pejabat tersebut, seperti dilansir dari laman The Independent, Rabu, 8 November 2017.
 
Sebelum tiba di Tiongkok, Trump yang melakukan kunjungan ke Korea Selatan (Korsel) mengancam agar Pyongyang tidak menjajal keseriusan AS dalam menjaga perdamaian dunia. Dia mengancam pemimpin Korut, Kim Jong-un jika mereka berani menantang AS.
 
"Jangan meremehkan kami dan jangan coba-coba dengan kami," ujar Trump kepada Korut, di hadapan Majelis Nasional Seoul, sebelum berangkat ke Beijing.
 
Dengan tegas dia menuturkan bahwa Pyongyang adalah neraka bagi warga Korut dan dunia.
 
"Senjata yang Anda buat tidak membuat Anda lebih aman, mereka malah membahayakan rezim Anda. Setiap langkah yang Anda ambil di jalan gelap ini malah lebih meningkatkan bahaya yang akan Anda hadapi," serunya.
 
"Korea Utara bukanlah surga yang dibayangkan kakekmu. Ini adalah neraka yang tidak pantas bagi siapapun!," tegasnya.
 
Korut yang melakukan uji nuklir keenam tahun ini, juga melepaskan tembakan rudal dalam beberapa bulan terakhir. Dua rudal itu bahkan melintas sekutu utama AS, Jepang.
 
Tidak hanya itu, pemerintahan Jong-Un juga mengklaim berhasil mengembangkan hulu ledak nuklir yang bisa ditempatkan ke dalam rudal. Rudal itu pun bisa mencapai wilayah Amerika.
 
Di Tiongkok, Trump rencananya akan dibawa Presiden Xi ke Kota Terlarang Beijing atau Forbidden City. Forbidden City adalah Istana Kekaisaran Tiongkok dari Dinasti Ming hingga Dinasti Qing. Selain sebagai rumah kaisar, tempat ini juga pusat seremonial dan politik Pemerintah Tiongkok selama hampir 500 tahun.



(FJR)