Presiden Terpilih Meksiko Tolak Tembok Trump di Perbatasan

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 07 Aug 2018 10:52 WIB
meksiko
Presiden Terpilih Meksiko Tolak Tembok Trump di Perbatasan
Presiden terpilih Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador. (Foto: AFP).

Mexico: Presiden terpilih Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menegaskan pemerintahannya tidak akan bisa diancam dengan tembok. Dia terang-terangan menolak tembok perbatasan yang dibangun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Meksiko akan menjadi satu kekuatan dan akan mengubah keseimbangan kekuatan. Tidak ada satu pun yang akan mengancam kita dengan menutup perbatasan atau menaruh militer di sana," ucapnya seperti dilansir dari laman AFP, Selasa 7 Agustus 2018.

Trump mengatakan pembangunan tembok perbatasan itu dipicu tingginya angka pembunuhan di Meksiko. Bahkan, semasa kampanye Trump juga menjanjikan mendeportasi imigran gelap yang masuk dari perbatasan Meksiko-AS.

Dia menyebut tembok perlu dibangun untuk mencegah kedatangan imigran gelap yang disebut kiriminal. Pernyataan ini menyebabkan dia kehilangan sejumlah kontrak bisnis dan memperburuk hubungan dengan Meksiko.

Mei lalu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu dengan Obrador. Namun, masalah tembok perbatasan ini tidak disinggung dalam pertemuan mereka.

Data pemerintah Meksiko menunjukkan angka pembunuhan pada 2017 mencapai 28.711, angka tertinggi sejak 1997. Angka ini kemungkinan bertambah karena terjadi 15.973 pembunuhan di enam bulan pertama 2018.


(WIL)