Badai Matthew Terjang Jamaika, Haiti, dan Kuba

Irene Harty    •    Senin, 03 Oct 2016 20:49 WIB
topan badai
Badai Matthew Terjang Jamaika, Haiti, dan Kuba
Ilustrasi kerusakan akibat topan Matthew -- AFP / Jon Durr / GETTY IMAGES NORTH AMERICA

Metrotvnews.com, Jamaika: Badai Matthew menerjang pemukiman padat di Jamaika dan Haiti pada Minggu (3/10/2016). Badai berada pada 535 km di sebelah barat daya Pelabuhan au-Prince 1.800 GMT dengan serangan kecepatan angin 235 kilo meter per jam. 

Pergerakannya naik tipis 7 kilo meter per jam saat gejolak melambat dari pantai Karibia di Kolombia dan venezuela, demikian pernyataan Pusat Badai Nasional basis Miami. 

Menurut pejabat setempat, badai ini  mampu merubuhkan rumah dan arus listrik disertai hujan lebat mungkin memicu tanah longsor dan banjir mematikan.

Otoritas Karibia berjuang untuk melakukan persiapan. Sementara  di Kuba, Presiden Raul Castro pergi ke Santiago, kota bagian tenggara dan secara pribadi meninjau langsung operasi darurat, beberapa jam sebelum serangan badai.

Matthew memiliki potensi untuk menjadi badai dalam waktu lama, begitulah peringatan Castro ke rakyat. "Ini adalah badai yang perlu dipersiapkan karena kekuatannya dua kali lipat dari Badai sandy," katanya seperti dilansir AFP.

Pejabat angkatan laut Amerika Serikat yang ada di Guantanamo Bay menyatakan, Kuba ada di wilayah mandat evakuasi untuk semua personil dan keluarganya. Dia menyatakan evakuasi sudah terjadi lebih dulu pagi ini dan masih berlangsung.

Secara singkat dari lima kategori bahaya badai sejak Jumat, Matthew berada dalam kategori empat yang berbahaya dan paling kuat menyerang Karibia sejak Badai Felix pada 2007. "Persiapan perlindungan hidup dan properti harus segera selesai," kata NHC.



Dalam ramalan terkini, Matthew melewati Jamaika pada Senin (3/10) dengan hujan deras lalu mendarat di Haiti. Ribuan orang masih tinggal di tenda setelah gempa bumi masif di Haiti di mana erosi adalah masalah serius karena pepohonan dan semak berkurang digunakan untuk memasak di pegunungan tinggi.

Kemudian Matthew akan berlanjut ke utara, melintasi KUba selatan dan timur dari Senin hingga Selasa sebelum menuju Bahama. Ramalan memprediksi badai akan membawa curah hujan 15-20 inch di haiti selatan 'yang mungkin terisolasi hingga 40 inch'.

Badai juga akan membawa curah hujan 10-20 inch ke Jamaika timur, Republik Dominikaa, dan Kuba timur 'dengan kemungkinan terisolasi hingga 25 inch'. "Hujan itu akan mendorong banjir besar dan tanah longsor," NHC memeringatkan.

Meskipun beberapa orang Jamaika menolak peringatan pemerintah dan prediksi cuaca, kebanyakan menghiraukannya. Mereka rela antri panjang di supermarket, toko alat berat, dan pom bensin untuk menyetok kebutuhan sebelum badai.

"Ini bukan masalah sepele," kata Menteri Pemerintah Lokal dan Pengembangan Masyarakat, Desmond McKenzie. Tidak ada ruang untuk kerusakan buatan apapun ketika menghadapi bencana alam paling kuat dalam waktu lama.

Beberapa orang Jamaika komplain bahwa mereka kekurangan suplai ketika badai lewat di masa lalu. "Saya lelah membuang uang membeli makanan, gas, merenovasi rumah saya, kemudian yang kami dapat hanya hujan deras dan uang kami yang tidak kembali," kata pengemudi taksi di Montego Bay, Michael Franklin.

Otoritas telah menempatkan sekitar 2.000 pengungsi di penampunagn dan pengumpul sampah pemerintah bekerja lembur untuk memindahkan sampah dari ruang terbuka dan jalanan. Tentara dan pasukan cadangan dipanggil untuk meminimalkan kerusakan dan rumah sakit dengan tiga juta orang di seluruh pulau siap melayani.

Perdana Menteri, Andrew Holness mengunjungi wilayah Montego Bay untuk mengecek persiapan dan beberapa penerbangan maskapai Karibia sudah dibatalkan. Menteri pendidikan telah meliburkan sekola pada hari Senin.

Kedutaan besar AS di Jamaika akan tutup pada Senin dan Selasa untuk layanan konsulat sebagai antisipasi dampak Badai Matthew. Departemen Luar Negeri AS juga memerintahkan personel non-esensial dan anggota keluarga diplomatik untuk meninggalkan Jamaika 'karena meningkatnya kekuatan' dari badai.

Warga AS didesak untuk meninggalkan Jamaika sesegera mungkin. Di Haiti, otoritas meningkatkan level siaga dari jingga menjadi merah maksimum pada Sabtu.

Sebagai negara bagian termiskin di Amerika dengan jumlah penduduk 11 juta orang, kebanyakan rakyatnya tinggal di rumah kumuh. Pejabat Haiti menyarankan penduduk pulau bagian selatan untuk bersiap dan memeringati mereka adalah yang paling berisiko.

"Kami mengundang mereka untuk mengamankan wilayah di sekitar rumahnya dan memulai menyetok air dan makanan," kata Juru Bicara Agen Perlindungan Sipil Haiti, Edgar Celestin.

Situs Accuweather Amerika memmeringatkan Matthew bisa menghantam Pantai Timur AS sekitar pertengahan minggu. "Bagaimana dampak signifikan sepanjang pesisir Atlantik akan bergantung pada kekuatan Matthew dan dekatnya dengan pantai," kata situs.


(Des)