Muncul Dokumen Sebut KTT GNB Dukung Presiden Venezuela

Fajar Nugraha    •    Kamis, 15 Sep 2016 17:47 WIB
ktt gnb
Muncul Dokumen Sebut KTT GNB Dukung Presiden Venezuela
Presiden Nicolas Maduro (paling kanan) bersama dengan Menlu Iran Javad Zarif (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Caracas: KTT Gerakan Non-Blok (GNB) yang berlangsung di Pulau Margarita, Venezuela, dikabarkan akan memberikan dukungan kepada pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Saat ini penolakan terhadap Maduro dari kalangan oposis terus meningkat.
 
Kepala negara dan pemerintahan dari 120 negara hadir di Pulau Margarita, Venezuela untuk perhelatan KTT GNB. Diperkirakan kepala negara yang hadir termasuk dari Zimbabwe, Iran, Kuba, Bolivia dan Ekuador.
 
Namun meski tidak banyak kepala negara yang dijadwalkan hadir, muncul dokumen akhir dan berada di kalangan diplomat yang datang ke KTT GNB ini. Dokumen itu menyuarakan dukungan kepada Presiden Nicolas Maduro.


Protes mendukung referendum di Venezuela (Foto: AFP)

 
Sebelumnya Maduro mengeluhkan adanya lawan di dalam negeri yang berencana untuk melengserkannya. Lawan tersebut bertindak atas kepentingan Amerika Serikat (AS).
 
Tetapi pada pengkritik menyebutkan bahwa tuduhan itu dikeluarkan untuk memberikan justifikasi atas sikap pemerintah Venezuela yang terjadi saat ini. Selain itu, ada dugaan yang dilakukan Maduro untuk mengalihkan perhatian rakyat Venezuela dari kekacauan ekonomi yang tengah terjadi.
 
"Kepala negara dan pemerintah mengungkapkan kekhawatiran atas tindakan dipenuhi kekerasan yang di Venezuela. Tindakan itu dilakukan untuk memaksa kondisi Venezuela tidak stabil di negara yang pemerintahannya terpilih secara demokratis," isi dari dokumen, seperti dikutip VOA America, Kamis (15/9/2016).
 
Pihak oposisi di Venezuela terus melakukan protes di jalan. Mereka menuntut referendum melawan Maduro. Maduro pun membalasnya dengan menangkapi para aktivis dan menunjukkan senjata sebagai bukti bahwa kemungkinan kudeta.
 
Indonesia hadir dalam KTT GNB
 
Indonesia turut hadir dalam KTT GNB ini. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
 
Wapres JK akan sampaikan posisi Indonesia dan harapan-harapan kita ke depan. Gerakan yang memilih untuk tidak mendukung blok negara besar ini akan menghasilkan dua hasil yang konkret. 
 
Dokumen final isinya diperkirakan akan dipenuhi isu-isu politik kawasan dan global serta aspek dan isu-isu pembangunan.
 
Yang kedua adalah Margarita Declaration dan ada juga deklarasi terkait dengan dukungan terhadap Palestina. Selain itu Indonesia akan menyampaikan bahwa negara-negara anggota GNB harus menyatukan prinsip-prinsip untuk lebih mengembangkan gerakan ini.

(FJR)

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

JK Kritisi PBB di Sidang Umum ke-71 PBB

9 hours Ago

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan sejumlah kritik terhadap PBB termasuk saran untuk mereformasi…

BERITA LAINNYA