Dituduh tak Kompeten, Presiden Meksiko Didesak Mundur

Willy Haryono    •    Jumat, 16 Sep 2016 10:35 WIB
politik meksiko
Dituduh tak Kompeten, Presiden Meksiko Didesak Mundur
Ribuan pengunjuk rasa mendesak mundur Presiden Meksiko Pena Nieto di lapangan Zocalo, Mexico City, 15 September 2016. (Foto: AFP/YURI CORTEZ)

Metrotvnews.com, Mexico City: Ribuan orang berunjuk rasa di Mexico City, mendesak Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto untuk "mundur sekarang juga" atas ketidakmampuannya menangani kejahatan akibat narkotika terlarang dan kasus korupsi. 

Pena Nieto juga dikecam karena bertemu Donald Trump, calon presiden Amerika Serikat yang hendak membangun tembok besar di perbatasan kedua negara. 

Para pendemo membawa papan bertuliskan "Pena Nieto tidak kompeten. Mundur demi kebaikan Meksiko!" dan mengibarkan bendera Meksiko yang dicat hitam menjelang perayaan Hari Kemerdekaan. 

Mereka berjalan melintasi ibu kota menuju lapangan Zocalo, tempat berlangsungnya tradisi di mana seorang presiden akan berdiri di balkon Istana Nasional. Tradisi ini bertujuan mengulang kembali "Grito" atau deklarasi kemerdekaan pada 1810. 

Polisi antihuru-hara bersiaga di Zocalo untuk memblokade para pendemo, yang terus meneriakkan kata-kata "mundur sekarang juga."

Orangtua dari 43 anak-anak yang hilang sejak September 2014 juga ikut dalam demonstrasi. Mereka kesal karena pemerintah dinilai gagal menyelesaikan kasus hilangnya 43 anak-anak, yang diduga diculik polisi dan dibunuh kartel narkoba. 

"Kami kehilangan 43. Ini kejahatan negara!" teriak salah satu pengunjuk rasa, seperti dilansir AFP, Kamis (15/9/2016).

Trump Disambut Bak Kepala Negara

Ismael Padilla, wakil kepala sekolah yang mengenakan pakaian hitam, mengaku kesal atas keputusan Pena Nieto mengundang Trump ke Meksiko bulan lalu. Ia geram karena Trump bersikap kurang ajar karena melabeli imigran asal Meksiko dengan sebutan "kriminal dan pemerkosa." Trump juga bertekad membuat Meksiko membayar biaya pembangunan tembok besar di perbatasan. 


Pena Nieto (kiri) bersalaman dengan Donald Trump di Meksiko. (Foto: AFP) 

"Setelah kunjungan dari orang yang telah mendiskriminasi saudara-saudara kita itu, kami marah karena dia datang bak seorang kepala negara, yang terlihat dari perlakuan istimewa yang diterimanya," ujar Padilla. 

Nubia Media, 64, memegang papan bertuliskan "semua yang tidak kompeten dan korup harus mundur. Kami lelah dengan pemerintahan ini yang selalu melakukan hal buruk," ungkapnya. 

"Pemerintah seperti menelantarkan masalah sosial. Mereka hidup seperti pangeran, sementara masyarakat hidup dengan gaji minimum. Ada banyak juga orang yang hilang dan tewas begitu saja," tambah dia. 

Sementara itu Pena Nieto, pria yang menjadi presiden Meksiko pada Desember 2012, popularitasnya merosot tajam hingga 23 persen dalam sebuah survei terbaru di surat kabar Reforma.


(WIL)