Trump Tegaskan Tembok Perbatasan Akan Tetap Dibangun

Willy Haryono    •    Rabu, 06 Feb 2019 10:37 WIB
amerika serikatdonald trump
Trump Tegaskan Tembok Perbatasan Akan Tetap Dibangun
Presiden AS Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan State of the Union di US Capitol, Washington, 5 Februari 2019. (Foto: AFP/POOL/DOUG MILLS)

Washington: Presiden Donald Trump menegaskan rencana membangun tembok di wilayah perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko akan tetap berjalan meski ditentang Partai Demokrat yang merupakan mayoritas di Kongres. Pernyataan disampaikan dalam pidato kenegaraan State of the Union di US Capitol, Washington, Selasa 5 Februari 2019.

"Saya akan membangunnya," tegas Trump, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

"Tembok akan berfungsi dengan baik dan menyelamatkan banyak nyawa. Jadi, mari kita bekerja bersama-sama, mencapai kompromi dan sebuah perjanjian yang akan benar-benar menjadikan Amerika negara yang aman," ungkap dia, hanya 10 hari menjelang tenggat waktu adanya perjanjian bipartisan di Kongres terkait tembok.

Jika tidak ada perjanjian saat tenggat waktu terlewati, maka shutdown atau penutupan sebagian institusi pemerintahan AS dapat kembali terjadi. Shutdown sebelumnya telah berlangsung selama 35 hari -- terpanjang dalam sejarah AS.

Selain ancaman terulangnya shutdown, Trump juga terindikasi hendak mendeklarasikan status darurat nasional jika perjanjian dengan Demokrat tidak tercapai. Jika status darurat berlaku, maka dana yang diajukan Trump untuk pembangunan tembok -- senilai USD5,7 miliar atau setara Rp80 miliar -- dapat dicairkan tanpa perlu melewati Kongres.

Masih dalam pidato kenegaraan, Trump menyerukan adanya era baru kerja sama untuk menghapus kebuntuan politik Negeri Paman Sam.

"Kita dapat membuat kehidupan masyarakat berjalan lebih aman, keluarga lebih sejahtera, kebudayaan lebih kaya, kehidupan beragama lebih mendalam dan kelas menengah lebih besar dari sebelumnya," kata Trump.

"Tapi kita harus menolak adanya politik balas dendam, resistensi dan retribusi. Kita harus menyambut potensi dari kerja sama dan kompromi. Bersama-sama, kita dapat menghapus kebuntuan politik yang sudah berlangsung di negara kita selama berdekade-dekade," tambah dia.

Baca: Warga Pribumi AS Menentang Tembok Perbatasan Trump



(WIL)