Kalah Popular Votes, Trump: Ini Karena Ada Pemilih Ilegal

Sonya Michaella    •    Senin, 28 Nov 2016 11:37 WIB
pemilu as
Kalah Popular Votes, Trump: Ini Karena Ada Pemilih Ilegal
Donald Trump (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Washington: Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mendapat popular votes yang rendah dalam pilpres 8 November lalu.

Hal ini membuat ia menyebutkan bahwa ada jutaan pemilih ilegal sehingga ia mendapatkan popular votes yang sedikit. Klaim ini dilontarkan mentah-mentah oleh konglomerat asal New York tersebut tanpa memaparkan bukti jelas.

"Selain memenangkan Electoral College, saya juga memenangkan popular votes jika kalian memangkas jutaan orang yang memilih secara ilegal," ujar Trump lewat akun Twitter pribadinya, seperti dikutip Reuters, Senin (28/11/2016).

Pernyataan ini diluncurkan Trump di tengah persetujuan kubu Hillary Clinton, yang mendukung upaya penghitungan ulang di Wisconsin dan sejumlah negara bagian lainnya.

Menurut temuan CNN, Clinton sebenarnya mendapatkan 2,5 juta popular votes lebih banyak ketimbang Trump. Namun, Trump mendapatkan electoral votes lebih banyak sehingga dinyatakan sebagai pemenang pemilu.

"Akan lebih mudah bagi saya untuk memenangkan popular votes ketimbang Electoral College karena saya hanya perlu berkampanye di tiga atau empat negara bagian daripada 15 negara bagian yang saya kunjungi selama ini," sebut Trump.

"Saya mungkin akan menang dengan lebih mudah dan meyakinkan, tapi negara bagian kecil akan terlupakan!" kicau Trump lagi.

Sebelumnya, beberapa pakar politik di AS mengungkapkan kekhawatiran jika sistem Electoral College dihapuskan karena metode kampanye capres akan berbeda. Capres diduga hanya akan melakukan kampanye besar di media-media ternama agar dikenal. 

Para capres juga diduga tak lagi mendatangi daerah-daerah pinggiran yang mungkin masih menjadi prioritas jika dilihat dari potensi electoral votes yang akan disumbangkan.

 


(WIL)