Tolak Jadi Dubes, Ivanka Trump Tepis Isu Nepotisme

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 10 Oct 2018 12:42 WIB
amerika serikatpemerintahan as
Tolak Jadi Dubes, Ivanka Trump Tepis Isu Nepotisme
Putri sulung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Ivanka Trump di ruang oval Gedung Putih. (Foto: AFP).

Washington: Ivanka Trump, membantah rumor yang mengatakan dia akan menggantikan Nikki Haley sebagai Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Putri sulung Presiden Donald Trump itu menegaskan rumor tersebut tidak benar.
 
Baca juga: Dubes AS untuk PBB Mengundurkan Diri.

 
"Sebuah kehormatan bekerja di Gedung Putih bersama banyak rekan hebat. Saya tahu Presiden akan menemukan pengganti yang hebat untuk posisi Dubes Haley. Namun pengganti itu bukan saya," ucapnya dalam akun Twitter, dilansir dari laman Times of Israel, Rabu 10 September 2018.
 
Ivanka menyebutkan Haley akan membantu memilih penggantinya. Dia menuturkan Haley merupakan teman baiknya yang telah melakukan pekerjaan fantastis.
 
Sementara itu, Donald Trump menambahkan Dina Powell telah dipertimbangkan untuk jabatan tersebut. Dia mengaku telah mendengar banyak nama yang mungkin ditunjuk untuk menggantikan Haley.
 
Menurut Trump, pengumuman pengganti Haley akan dilakukan sekitar dua hingga tiga pekan mendatang. Sementara itu, rumor Ivanka akan menjadi Dubes AS untuk PBB keluar dari Trump sendiri.
 
"Saya telah mendengar Ivanka dan betapa bagusnya dia. Itu tidak ada hubungan dengan nepotisme, namun saya ingin memberi tahu Anda bahwa Ivanka akan menjadi besar," tukasnya.
 
Saat ini, Ivanka bersama suaminya Jared Kushner menjadi penasihat utama Trump. Keduanya bekerja di Gedung Putih.
 
Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Nikki Haley mengundurkan diri. Pengumuman tersebut disampaikan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Selasa 9 Oktober 2018.
 
Trump menyebut Haley menginformasikan kepada dirinya keinginan mundur sekitar enam bulan lalu. Kala itu, Haley mengaku ingin beristirahat sejenak dari rutinitas.
 
Bagi Trump, Haley adalah "sosok yang sangat istimewa." Ia menyebut Haley dapat memilih jabatan apapun di pemerintahan jika suatu saat dia bergabung kembali.


(FJR)