Butuh Waktu Bagi Amerika Mundur dari Perjanjian Paris

Dheri Agriesta    •    Kamis, 15 Jun 2017 15:19 WIB
perubahan iklim
Butuh Waktu Bagi Amerika Mundur dari Perjanjian Paris
Duta Besar Perancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet (kedua kiri). Foto: /Moch Asim

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menarik diri dari Perjanjian Paris. Namun, langkah Trump tak bisa dilakukan begitu saja.

"Secara legal, butuh tiga tahun bagi Amerika Serikat keluar secara formal dari perjanjian itu, yakni pada 2020," kata Duta Besar Perancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis 15 Juni 2017.

Berthonnet mengatakan keluarnya AS tak berpengaruh bagi Perjanjian Paris. Tanpa AS, beberapa negara maju, negara berkembang, dan perusahaan swasta berharap perjanjian ini tetap dijalankan.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia Michael von Ungern-Sternberg menegaskan hal senada. Ungern-Sternberg mengatakan perjanjian ini tak bergantung pada satu negara saja. "Toh, tanpa Amerika Serikat, negara lain tetap berkomitmen menjalankan perjanjian ini."

Pemanasan global merupakan isu yang bisa diselesaikan dengan pernyataan sikap bersama secara internasional. "Untuk memperkuat kerja sama multilateral dan komitmen bersama, dan bagaimana komunitas internasional bekerja untuk mewujudkan Perjanjian Paris," kata Ungern-Sternberg.

Baca: Mundur dari Perjanjian Iklim Paris "Ancaman bagi Kemanusiaan"

Ungern-Sternberg mengingatkan butuh perjuangan untuk mencapai kesepakatan di Paris. Perjanjian ini pernah coba dicapai di Copenhagen, Denmark, tapi gagal.

"Ini akan menjadi kesalahan besar jika kita membiarkannya karena kita punya tanggung jawab yang kita bawa bersama," tegas Ungern-Sternberg.




(UWA)