AS akan Tingkatkan Kekuatan Korps Marinir di Asia Timur

Arpan Rahman    •    Sabtu, 10 Feb 2018 19:00 WIB
donald trumppemerintahan as
AS akan Tingkatkan Kekuatan Korps Marinir di Asia Timur
Korps Marinir Amerika Serikat. (Foto: Roberto Schmidt | AFP | Getty Images)

Washington: Dalam sebuah langkah yang dilihat sebagai sinyal ke Tiongkok, pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump akan segera meningkatkan kekuatan militernya di Asia Timur.

Kantor berita Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, Jumat 9 Februari 2018, bahwa Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan Unit Ekspedisi Korps Marinir di Asia Timur. Ini dimungkinkan karena AS mulai mengurangi jumlah penyebaran prajuritnya  ke Timur Tengah. 

"Kementerian Pertahanan secara terus menerus mengevaluasi pengerahan kekuatan kami ke seluruh dunia. Namun kami belum akan mendiskusikan sesuatu yang masih dalam proses perencanaan," juru bicara Pentagon Letnan Angkatan Darat Kolonel Christopher Logan kepada CNBC.

Tetapi sejumlah pihak menilai peningkatan kekuatan militer AS di Asia Timur justru akan menambah ketegangan di kawasan tersebut, terutama dengan Korea Utara yang terus mengembangkan program nuklir dan misil.

"Ini terkait langsung dengan ketakutan terhadap Korut, sehingga kita benar-benar bersiap menghadapi kemungkinan adanya serangan," kata purnawirawan Angkatan Darat AS Letnan Kolonel Daniel Davis. 

Davis bertugas sebagai penasehat militer Korea Selatan (Korsel) saat masih menjadi perwira aktif. Saat ini, ia menjadi ahli pertahanan di lembaga penelitian Defense Priorities.

Masih dalam laporan WSJ, mengutip sejumlah pejabat anonim, disebutkan bahwa penambahan kekuatan AS di Asia Timur seharusnya tidak dipandang sebagai jalan menuju peperangan terkait ancaman nuklir Korut. Namun penambahan kekuatan ini sebaiknya dipandang sebagai langkah antisipasi AS untuk empat tahun ke depan.

Davis juga meyakini bahwa mengirim tambahan pasukan AS ke Asia Timur untuk merespons konflik Laut China Selatan adalah sebuah kesalahan. 

"Diplomasi efektif tidak bisa terjadi jika Anda seolah hendak memukulkan palu ke kepala mitra negosiasi Anda," ujar Davis.

Korps Marinir AS terdiri dari satuan tugas udara dengan kekuatan hingga 2.200 personel. Unit ekspedisi Marinir biasanya ditempatkan di atas kapal dan juga memiliki aset pesawat terbang sehingga mereka dapat merespons cepat setiap krisis dalam waktu singkat.



(WIL)