AS Hengkang dari UNESCO

Antara    •    Jumat, 13 Oct 2017 04:00 WIB
amerika serikatunesco
AS Hengkang dari UNESCO
Bendera negara anggota UNESCO -- Foto: AFP

Metrotvnews.com, New York: Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi keluar dari keanggotaan Badan PBB untuk Kebudayaan dan Pendidikan atau United Nations Cultural Organization (UNESCO). Keputusan itu diambil karena organisasi dunia tersebut dianggap antiIsrael dan menunggak utang yang sangat banyak.

Departemen Luar Negeri Heather Nauert mengatakan, engunduran diri Amerika akan berlaku pada tanggal 31 Desember 2018. "Tidak mudah untuk mengambil keputusan ini. (Keputusan ini) menggambarkan keprihatinan AS terhadap tunggakan pembayaran yang menggunung di UNESCO, perlunya reformasi mendasar di dalam organisasi ini, serta bias anti-Israel yang terus berlanjut," katanya dalam sebuah pernyataan, Kamis 12 Oktober 2017.

Pencabutan keanggotaan AS merupakan pukulan keras bagi organisasi yang bermarkas di Paris itu. Sebab, AS merupakan penyumbang seperlima dari pendanaan UNESCO. Setiap tahun, AS memberikan USD80 juta dolar atau sekitar Rp1,08 triliun.

UNESCO mulai menjalankan kegiatan pada 1946 dan selama ini dikenal sebagai lembaga yang menetapkan situs-situs Warisan Dunia, seperti kota kuno Palmyra di Suriah dan Taman Nasional Grand Canyon di AS.

Menurut peraturan UNESCO, pengunduran diri itu mulai berlaku pada akhir Desember 2018. Hingga tiba saatnya nanti, Amerika masih terikat sebagai anggota penuh.

Organisasi dunia yang mempekerjakan sekitar 2.000 orang di seluruh dunia dan sebagian besar di antaranya di Paris, itu telah sekian lama menjadi sasaran kecaman soal penggunaan sumber dayanya serta resolusi-resolusi yang dianggap Israel dan sejumlah negara lainnya sebagai sikap yang bias.

Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova menyatakan kecewa atas keputusan AS itu. "(Keputusan AS mundur dari UNESCO) ini merupakan kehilangan bagi keluarga Perserikatan Bangsa-bangsa. (Keputusan) ini adalah kerugian bagi multilateralisme," ungkap dia.

Para diplomat juga  mengemukakan kekhawatiran atas mundurnya AS dari UNESCO. Sebelumnya, Amerika membatalkan kontribusi anggaran yang lumayan besar bagi UNESCO pada 2011 sebagai protes atas suatu keputusan untuk memberi keanggotaan penuh bagi Palestina.

"Ketidakhadiran Amerika Serikat atau negara manapun yang memiliki banyak kekuatan adalah suatu kehilangan. Ini bukan hanya masalah uang, tapi juga soal memajukan kondisi ideal yang penting bagi negara-negara seperti Amerika Serikat, seperti pendidikan dan kebudayaan," kata seorang diplomat.

 


(Des)