Kasus Trump-Rusia, Mantan Penasihat Akui Berbohong ke FBI

Willy Haryono    •    Sabtu, 02 Dec 2017 10:03 WIB
pemilu asdonald trumppemerintahan as
Kasus Trump-Rusia, Mantan Penasihat Akui Berbohong ke FBI
Michael Flynn mengaku berbohong terkait pertemuan dengan Dubes Rusia sebelum Trump dilantik menjadi presiden. (Foto: Timothy A. Clary/AFP/Getty AFP)

Washington: Mantan penasihat nasional Amerika Serikat Michael Flynn mengaku bersalah setelah membuat pernyataan palsu kepada Biro Investigasi Federal atau FBI mengenai pertemuan dengan duta besar Rusia, beberapa pekan sebelum Donald Trump menjadi presiden.

Tuntutan kepada Flynn dilayangkan Penasihat Khusus Robert Mueller, yang merupakan bagian dari investigasi keterlibatan Rusia dalam pemilihan umum AS pada 2016.

Flynn adalah anggota paling senior dari pemerintahan Trump yang akan dijadikan terdakwa. Flynn mengaku akan kooperatif dalam penyelidikan Mueller. 

Pengakuan dari Flynn kemungkinan menyeret seorang tokoh senior lainnya dalam pemerintahan Trump, meski namanya belum disebutkan. Hal ini semakin membuka jalan bagi penyelidikan Mueller. 

Sejumlah media lokal mengatakan tokoh senior itu kemungkinan adalah Jared Kushner -- penasihat dan juga menantu dari Trump. 

Hadir di pengadilan federal Washington DC, Flynn mengakui pernah membuat "pernyataan palsu dan fiksi." 

Menurut reporter AFP di ruang sidang, hakim menerima pengakuan bersalah dari Flynn sehingga dirinya tidak akan menghadapi pengadilan.

"Saya mengakui aksi yang saya akui hari ini adalah salah, dan sesuai dengan keyakinan saya kepada Tuhan, saya akan berusaha untuk mengembalikan kondisi ini ke jalan yang benar," sebut Flynn, seperti disitat BBC, Jumat 1 Desember 2017.

"Pengakuan saya dan perjanjian untuk kooperatif ini dibuat atas dasar pertimbangan keluarga dan negara saya," lanjut mantan letnan jenderal itu. 

Saat digiring keluar oleh agen FBI, Flynn diteriaki "kriminal" dan "penjarakan dia" oleh sejumlah pendemo. Kata-kata tersebut sama seperti yang diucapkan Flynn kepada Hillary Clinton saat konvensi Partai Republik tahun lalu.


(WIL)