PBB Minta Gencatan Senjata Segera Diterapkan di Yaman

Willy Haryono    •    Senin, 04 Dec 2017 10:54 WIB
konflik yamanpbb
PBB Minta Gencatan Senjata Segera Diterapkan di Yaman
Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto: AFP)

New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyerukan segera dilakukannya gencatan senjata di Yaman agar pengiriman bantuan kemanusiaan dapat berjalan lancar. 

"Semua pihak yang bertikai untuk segera menghentikan serangan darat dan udara karena jutaan anak-anak, wanita dan pria, terancam kelaparan, dilanda penyakit hingga meninggal dunia," tegas Guterres, seperti disitat Independent, Minggu 3 Desember 2017. 

Pernyataan Guterres muncul lima hari usai pertempuran berlangsung antara pasukan loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh dengan pemberontak Houthi di jalanan Sanaa, ibu kota dari Yaman. 

Kedua kubu awalnya bergabung tiga tahun lalu dan memaksa presiden Abedrabbo Mansour Hadi melarikan diri keluar negeri. Arab Saudi kemudian mengintervensi konflik ini sejak 2015 atas permintaan Hadi.

Arab Saudi membentuk koalisi militer dan mulai menggempur Houthi. PBB mengestimasi konflik di Yaman telah menewaskan lebih dari 10 ribu orang dan membuat tiga juta lainnya kehilangan tempat tinggal.

Menurut data Oxfam, jumlah warga Yaman yang tewas akibat wabah penyakit kolera mencapai lebih dari 2.000 per September lalu.

Pertempuran terbaru antara loyalis Saleh dengan Houthi pertama kali meletus pekan lalu. Saleh menuduh Houthi menyerang masjid besar miliknya di Sanaa dan juga keponakannya, Tarek Saleh yang merupakan komandan pasukan khusus. 

Sementara itu Hadi, yang saat ini ada di Arab Saudi, dikabarkan kembali menyodorkan tawaran rekonsiliasi kepada Saleh. 

"Kami akan mendukung pihak manapun untuk menghadapi grup teroris Houthi," ungkap Hadi.

 


(WIL)