Ledakan Terdengar di Lokasi Akhir Kapal Selam Argentina yang Hilang

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 24 Nov 2017 08:54 WIB
kapal selamargentina
Ledakan Terdengar di Lokasi Akhir Kapal Selam Argentina yang Hilang
Argentina berupaya keras mencari kapal selamnya yang hilang (Foto: AFP).

Buenos Aires: Sebuah ledakan terdeteksi terjadi di lokasi terakhir dari kapal selam Argentina yang hilang. Kapal tersebut hilang pada 15 November lalu di lepas pantai Argentina.
 
 
"Peristiwa anomali, tunggal, pendek dan non-nuklir dengan sebuah ledakan telah terjadi," ujar Juru Bicara Angkatan Laut Enrique Balbi dalam konferensi pers di Buenos Aires, ibu kota Argentina.
 
Tim dari belasan negara telah mencari kapal selam yang hilang tersebut, baik melalui laut maupun udara. Kapal Selam ARA San Juan ini ditumpangi 44 awak kapal dan terakhir dapat dihubungi di lepas pantai Argentina pada 15 November lalu. Kapal tersebut harus bisa ditemukan sebelum persediaan udara habis.
 
Dilansir dari laman CNN, Jumat, 24 November 2017, kapal selam San Juan memiliki cadangan udara cukup untuk bertahan hingga tujuh sampai 10 hari di bawah laut. Seorang ahli menuturkan, jika kapal tersebut muncul ke permukaan, ada tabung yang secara otomatis bisa mengisi udara.
 
Sayangnya, sejak 15 November lalu, tak ada tanda-tanda dari kapal selam tersebut. Keluarga yang cemas menunggu di pangkalan angkatan laut Mar del Plata Argentina, tempat tujuan kapal selam sebelum menghilang.
 
 
Pejabat Argentina memberitahu mengenai ledakan tersebut kepada para keluarga. Mendengar kabar tersebut, keluarga yang menunggu seperti pupus harapan, mereka menangis dan saling berpelukan sebagai cara untuk menenangkan diri.
 
"Informasi mengenai ledakan ini pertama kali diberikan ke Argentina pada Rabu kemarin oleh Amerika Serikat," imbuh Balbi.
 
Comprehensive Nuclear Test-Ban Treaty Organization (CTBTO) yang berbasis di Wina, Asutia memberitahu juga kepada Argentina bahwa sistem pemantau mereka mendeteksi suara yang tidak biasa. 
 
"Padahal pada 15 November tertulis bahwa dua stasiun hidrustik CTBTO mendeteksi sinyal tidak biasa di sekitar posisi kapal selam Argentina yang hilang," jelas CTBTO.
 
Balbi menuturkan hingga saat ini, enam tim pencari masih menelusuri wilayah terakhir kapal selam Argentina tersebut, hingga sekitar 430 kilometer dari pantai. Kedalaman laut sangat bervariasi, mulai dari 200 hingga 2.000 meter.
 
Hingga kini tidak ada bukti adanya serangan dan informasi mengenai penyebab ledakan tersebut.



(FJR)