Protes Gaji, 30 Ribu Guru AS Mogok Mengajar

Arpan Rahman    •    Selasa, 15 Jan 2019 11:51 WIB
amerika serikatmogok kerja
Protes Gaji, 30 Ribu Guru AS Mogok Mengajar
Ribuan guru berunjuk rasa Los Angeles, AS, 14 Januari 2019. (Foto: AFP/FREDERIC J. BROWN)

Los Angeles: Sedikitnya 30 ribu guru di Los Angeles, Amerika Serikat, Senin 14 Januari 2019, mogok mengajar karena merasa frustrasi atas besaran gaji serta tunjangan dan terbatasnya sumber daya kelas.

Para guru itu berunjuk rasa di sejumlah sekolah di LA, yang juga diikuti staf serta siswa sebagai bentuk solidaritas. Selama berpekan-pekan, sebuah serikat guru berseteru dengan Distrik Sekolah Bersatu Los Angeles (LAUSD) atas masalah gaji dan lainnya.

Unjuk rasa ini merupakan buntut dari pertemuan kedua pihak pada akhir pekan kemarin yang tidak menghasilkan kesepakatan apapun. Serikat Guru Los Angeles (UTLA), yang merepresentasikan sekitar 35 guru, sebelumnya telah beberapa kali menunda demonstrasi.

"Anda tidak dapat memprioritaskan murid terlebih dahulu jika guru diposisikan di urutan terakhir," tulis UTLA di Twitter, seperti dilansir dari laman UPI.

Di beberapa sekolah di LA, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan digerakkan sejumlah relawan, guru pengganti, perawat, pegawai perpustakaan dan penasihat. Di 10 sekolah, staf non-pengajar ikut berunjuk rasa sebagai bentuk simpati, yang dapat membuat siswa kesulitan mendapat makan siang dan fasilitas lainnya.

Adrian Arella, seorang guru bahasa Spanyol, ikut serta dalam unjuk rasa. Ia mengaku ikut serta karena beberapa kelas miliknya diisi 46 siswa, yang menurutnya terlalu banyak.

Aksi mogok di Los Angeles pernah terjadi sebelumnya dalam skala nasional tahun lalu. Kala itu, aksi mogok terjadi di Arizona, Colorado, West Virginia dan Oklahoma.


(WIL)