Haley: Negara Islam Terlalu Banyak Omong soal Palestina

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 26 Jul 2018 11:50 WIB
israel palestina
Haley: Negara Islam Terlalu Banyak Omong soal Palestina
Dubes AS untuk PBB Nikki Haley. (Foto: Getty Image/AFP).

New York: Perwakilan Tetap Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nikki Haley mengecam negara-negara Arab dan Islam karena terlalu banyak bicara tentang dukungan ke Palestina.

Menurut Haley, negara-negara seperti Mesir, Kuwait, Uni Emirat Arab, Aljazair, Tunisia, Pakistan, Oman, Iran dan Turki hanya banyak bicara, namun tidak memberikan bantuan konkret berupa uang untuk membantu Palestina.

"Tidak ada negara yang lebih murah hati dengan kata-kata mereka daripada negara tetangga Palestina dan negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) lainnya," ucap Haley, dilansir dari SBS, Kamis 26 Juli 2018.

"Yang mereka semua ucapkan di sini, di New York, tidak membuat satu anak Palestina makan, pakaian atau pendidikan. Yang mereka lakukan hanya membuat komunitas internasional gusar," ungkapnya.

Menurut Haley, negara-negara di Timur Tengah tersebut tidak memberikan bantuan kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA), yang membantu para pengungsi Palestina. Selama ini, imbuh Haley, Washington menjadi pendonor terbesar.

Namun, kala Washington memangkas bantuan mereka menjadi USD60 juta dari yang sebelumnya USD365 juta, negara-negara Arab itu marah.

Mendengar hal ini, Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansoir mengatakan Haley menghina sekutu AS di Timur Tengah dengan cara arogan.

Tak hanya negara-negara Arab yang terkena kritikan pedas Haley, Tiongkok dan Rusia juga turut imbas. Kedua negara itu menyediakan USD350 ribu dan USD2 juta untuk UNRWA pada 2017.

Haley mengatakan kedua musuh AS itu sebelumnya menganggap perjuangan Palestina adalah pertandingan besar. Namun, Duta Besar Tiongkok untuk PBB Ma Zhaoxu menyangkal pernyataan Haley tersebut.

"Kami tidak memiliki niat bersaing dengan negara lain," tegas Ma.

Dalam rapat PBB, Haley mengatakan sudah waktunya untuk negara-negara, khususnya di wilayah Timur Tengah untuk melangkah. Meski demikian, lagi-lagi pendapat Haley dimentahkan. Menurut IRIN, lembaga nirlaba yang melaporkan masalah-masalah kemanusiaan, Uni Emirat Arab dan Kuwait menduduki peringkat di atas lima negara donor bantuan paling dermawan dibanding pendapatan nasional secara global pada 2017.

"Terkadang angka dan fakta akan berbicara sendiri," ucap Dubes Kuwait Mansour al-Otaibi. Hal ini disetujui Dubes Uni Emirat Arab Lana Nusseibeh.

"Tahun lalu, total donasi kami lebih dari USD125 juta. Itu hanya tahun lalu, dan kami percaya kami melakukan bagian kami untuk memenuhi kebutuhan mendesak rakyat Palestina," pungkasnya.


(FJR)