Trump Kaji Keringanan Sanksi untuk Iran

Fajar Nugraha    •    Rabu, 19 Apr 2017 18:18 WIB
pemerintahan as
Trump Kaji Keringanan Sanksi untuk Iran
Trump Kaji Keringanan Sanksi untuk Iran (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson mengatakan bahwa pemerintahan Donald Trump akan mengkaji keringanan sanksi yang ditujukan kepada Iran.
 
Kesepakatan itu diberikan AS sebagai ganti Iran akan menghentikan program nuklirnya. Selama ini, program nuklir Iran dicurigai ditujukan untuk pengembangan senjata nuklir.
 
AS akan mengkaji apakah kesepakatan pada 2015 itu sejalan dengan kepentingan nasional AS. Notifikasi ini muncul disaat Gedung Putih mengakui bahwa Iran memenuhi kesepakatan yang dinegosiasikan semasa mantan Presiden Barack Obama, yang dikenal dengan Joint Comprehensive Plan of Action.
 
"Iran masih tetap menjadi negara pendukung teror, melalui berbagai bentuk dan media," pernyataan Tillerson, seperti dikutip AFP, Rabu 19 April 2017.
 
"Presiden Donald Trump memerintahkan pengkajian kembali kesepakatan nuklir (keringanan sanksi) untuk Iran, melalui Dewan Keamanan Nasional. Kami akan melakukan evaluasi apakah penundaan sanksi terkait Iran, vital dan sesuai dengan kepentingan nasional AS," jelasnya.
 
Sertifikasi bahwa Iran mengikuti kesepakatan yang ditentukan, harus diserahkan kepada Kongres dalam 90 hari lagi. Sertifikasi pada Selasa 18 April adalah yang pertama kali dikeluarkan oleh pemerintahan Trump.
 
Kesepakatan ini juga menjadi tombak pengekangan program nuklir Iran, dengan ganti akan mencabut beberapa sanksi internasional.



(FJR)