ISIS Klaim Bertanggungjawab dalam Penembakan di Kampus Ohio

Fajar Nugraha    •    Rabu, 30 Nov 2016 09:40 WIB
penembakan as
ISIS Klaim Bertanggungjawab dalam Penembakan di Kampus Ohio
Pasukan keamanan AS saat berupaya lumpuhkan Abdul Razak Ali Artan (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Ohio: Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bahwa pelaku penembakan di Ohio State University adalah prajurit mereka. 
 
Abdul Razak Ali Artan adalah pemuda 20 tahun yang mendapatkan permanent resident di AS. Dirinya juga merupakan mahasiswa dari Ohio State University.

(Baca: Serangan di Ohio, Pelaku Tabrakan Mobil dan Lukai Korban).
 
"Abdul Razak Ali Artan, adalah pelaku serangan di Ohio. Seorang mahasiwa yang memasuki tahun ketiga perkuliahan," pernyataan ISIS, seperti dikutip Guardian, Selasa (30/11/2016).
 
Meskipun ada klaim dari ISIS, pihak berwenang Amerika Serikat (AS) menyebutkan bahwa tidak ada bukti kuat yang menghubungan Artan dengan kelompok militan. Baik itu secara individu ataupun sel teroris.
 
Polisi mengatakan bahwa saat ini mereka terus mencari motif dari serangan yang dilakukan menggunakan pisau dan sebuah mobil.
 
Tetapi pihak keamanan mengklaim bahwa tindakan dari Artan menunjukkan pola pelaku teror individu yang sempat terjadi di Amerika Serikat sebelumnya. Hal ini seperti kejadian penembakan di Orlando, Florida pada Juni 2016 yang menewaskan 49 jiwa.
 
"Meskipun ISIS mengaku bertanggungjawab dalam serangan ini, untuk kasus ini kami tidak melihat kaitan atau bukti bahwa kelompok militan ini memiliki peran (dalam aksi Artan)," ujar pihak keamanan AS.
 
Para penyelidik saat ini tengah memeriksa pesan yang ditulis akun Facebook Artan. Dalam pesannya, Artan melontarkan pernyataan yang menyebutkan dirinya muak melihat warga Muslim terbunuh dan dia sudah tidak bisa menerima.
 
Artan juga menyebut Anwar al-Awlaki, yang merupakan tokoh militan kelahiran AS yang bergabung dengan Al Qaeda, sebagai seorang pahlawan. Awlaki tewas dalam serangan udara AS pada 2011.  

 


(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA