AS Tarik Diri dari Kesepakatan Nuklir Iran

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 09 May 2018 07:00 WIB
nuklir iran
AS Tarik Diri dari Kesepakatan Nuklir Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump - AFP.

Jakarta: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran, yaitu perjanjian bersejarah yang dicapai pada 2015.

Keputusan itu diungkapkan Trump dalam pidato di Washington, Selasa 8 Mei 2018, yang disiarkan melalui televisi. Trump tidak akan menandatangani surat pelepasan sanksi-sanksi atas Iran terkait nuklir.

Trump mengulang sikap tegasnya soal kesepakatan tersebut, yang dianggapnya gagal mencegah Iran mengembangkan senjara nuklir atau mendukung terorisme di kawasan.

Gedung Putih bersikeras untuk mengambil keputusan itu kendati Trump mengakui dalam pidatonya bahwa Iran telah mematuhi kesepakatan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan sekutu untuk menemukan penyelesaian yang nyata, lengkap dan abadi terhadap ancaman Iran.

(Baca juga: Iran akan Pertahankan Kesepakatan Nuklir dengan Negara Besar)

"Upaya kita lebih luas dari sekedar ancaman nuklir dan kita akan bekerja sama dengan mitra-mitra kita untuk melenyapkan ancaman program peluru kendali balistik Iran; menghentikan kegiatan terorismenya di seluruh dunia; dan menghadang kegiatan-kegiatannya yang bermuatan ancaman di seluruh Timur Tengah dan di luar kawasan."

"Saat kita membangun upaya global ini, sanksi-sanksi akan diterapkan secara penuh dan akan memperingatkan rezim Iran soal pengucilan diplomatik dan ekonomi sebagai akibat dari kegiatannya yang gegabah dan ganas," katanya.

Trump juga mengatakan dalam pidatonya bahwa Pompeo sudah berangkat menuju Korea Utara untuk mempersiapkan pertemuannya dengan pemimpin tertinggi negara itu, Kim Jong Un.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa ia akan mengumumkan tanggal dan lokasi pertemuan "dalam waktu segera." 
 


(REN)