Tewasnya Ratusan Orang di Nikaragua "Tragedi Kemanusiaan"

Willy Haryono    •    Rabu, 06 Jun 2018 13:48 WIB
nikaragua
Tewasnya Ratusan Orang di Nikaragua
Pengunjuk rasa membuat barikade di kota Masaya, Nikaragua, 5 Juni 2018. (Foto: AFP/INTI OCON)

Managua: Sedikitnya 121 orang di Nikaragua tewas dalam gelombang aksi protes yang terjadi di negara tersebut sejak 18 April. Grup hak asasi manusia Nikaragua menyebut situasi saat ini sebagai "tragedi kemanusiaan."

Pusat HAM Nikaragua (CENIDH) menyebut sekitar 1.300 orang juga terluka dalam aksi unjuk rasa, yang kerap berujung bentrokan berdarah dengan aparat keamanan.

"Sekarang sudah seperti pembantaian. Sebuah tragedi kemanusiaan dimana tujuan utamanya adalah mengeliminasi para pemuda yang berpendapat berbeda atau bersikap kritis terhadap pemerintah," tutur petinggi CENIDH, Marlin Sierra, kepada kantor berita AFP, Selasa 5 Juni 2018.

"Bahkan situasi saat ini bisa juga disebut dengan terorisme (yang dilakukan oleh) negara," lanjut dia.

Total korban tewas meliputi seorang anak yang tewas terkena tembakan senjata api di kota Granada. Ia tertembak dalam bentrokan antara pengunjuk rasa anti-pemerintah dengan polisi.

Paus Fransiskus menyerukan adanya dialog damai di Nikaragua. "Saya berdiri bersama saudara-saudara uskup saya di Nikagarua, dan juga turut berduka atas kekerasan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata," ujar Fransiskus.

Unjuk rasa di Nikaragua dipicu rencana pemerintah melakukan reformasi pensiun. Meski rencana tersebut sudah ditunda, namun aksi protes tetap berlanjut dan meluas menjadi penentangan penuh terhadap pemerintah.


(WIL)