Satpam yang Bakar Daycare di Brasil Alami Gangguan Mental

Arpan Rahman    •    Sabtu, 07 Oct 2017 10:16 WIB
bakar diri
Satpam yang Bakar Daycare di Brasil Alami Gangguan Mental
Kondisi daycare di Janauba, Brasil, 5 Oktober 2017, yang dibakar seorang satpam (Foto: AFP/ALEX DE JESUS)

Metrotvnews.com, Janauba: Seorang penjaga tempat penitipan anak di Brasil membakar enam anak kecil dan seorang guru hingga meninggal dunia. Ia menyemprotkan alkohol dan membakar mereka yang juga membakar daycare tersebut, Kamis 5 Oktober 2017. 

Puluhan orang juga terluka dalam kobaran api tersebut. Pelaku tewas akibat terkena api yang dinyalakannya sendiri.

Inspektur polisi Renato Nunes mengatakan kepada situs berita Hoje em Dia, Jumat 6 Oktober 2017, bahwa satpam tersebut memiliki masalah kesehatan mental sejak 2014.

Satpam itu sudah bekerja malam selama setidaknya delapan tahun di tempat penitipan anak. Dia belum pernah berhubungan langsung dengan anak-anak.

Presiden Brasil Michel Temer mengungkapkan bela sungkawanya di Twitter. "Saya sangat sedih dengan tragedi ini yang melibatkan anak-anak di Janauba, dan saya ingin mengungkapkan solidaritas saya dengan keluarga korban," Temer menulis.

Sebagai ayah dari anak usia sekolah, Temer mengatakan bahwa dia memahami bahwa kejadian ini "pasti merupakan kehilangan yang sangat menyakitkan" bagi orangtua korban.

Sementara itu, pelaku yang berusia sekitar 50 tahun, tewas di rumah sakit beberapa jam usai kejadian. Dia menderita luka bakar di sekujur tubuh akibat perbuatannya sendiri.

Sekitar 80 anak balita berada di sekolah tersebut saat penyerangan terjadi. Anak bernama Ana Clara Ferreira menjadi salah satu korban penyerangan.

"Anak saya sangat baik, dia pintar dan cantik," ujar sang ayah, Nelson de Jesus Silva.

Hingga kini, masih belum diketahui motif pelaku dalam melakukan aksi kejinya. Namun dari hasil penyelidikan, penjaga sekolah itu memiliki 'masalah mental' sejak 2014. Polisi menemukan banyak botol alkohol di rumahnya. 


(WIL)