Penikaman di Bandara AS Diselidiki sebagai Aksi Terorisme

Arpan Rahman    •    Kamis, 22 Jun 2017 16:08 WIB
amerika serikatpenyerangan
Penikaman di Bandara AS Diselidiki sebagai Aksi Terorisme
FBI mengatakan sedang menyelidiki serangan pisau di Bandara Flint, AS itu sebagai tindakan terorisme. (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Flint: Seorang perwira di Bandara Internasional Bishop, di kota Flint, Amerika Serikat (AS), ditikam Seorang pria Kanada mengacungkan sebilah pisau besar, menyinggung soal Suriah dan Irak, sebelum serangan terjadi.
 
FBI mengatakan sedang menyelidiki serangan pisau di bandara AS itu sebagai "tindakan terorisme." Pada Rabu 21 Juni 2017, pria Kanada berusia 50-an, diduga menusuk seorang petugas polisi bandara Flint.
 
 
Rekaman kamera keamanan menunjukkan pria itu seakan-akan tidak mau pergi di Bandara Internasional Bishop di Flint, Michigan, sebelum muncul dari toilet dan menghunus pisau berukuran 12 inci. Dia kemudian menusuk seorang petugas di lehernya, di area publik yang tidak aman, kata polisi.
 
FBI katakan, bahwa orang tersebut mengaitkan serangannya kepada orang-orang yang terbunuh di Suriah, Irak, dan Afghanistan.
 
Tersangka ditangkap dan bekerja sama dengan penyidik, agen khusus FBI David Gelios mengatakan dalam konferensi pers.
 
Korban bergulat dengan penyerang
 
Korban memangkah penyerang ke tanah usai serangan, kata polisi. Petugas yang ditikam sudah selesai dari operasi dan berada dalam kondisi stabil.
 
Pihak berwenang mengatakan, pelaku telah menyatakan "kebencian pada Amerika Serikat" saat ditanyai dalam tahanan.
 
Polisi, yang melakukan operasi gabungan di Kanada dan AS setelah serangan tersebut, menggeledah rumah pelaku di Montreal dan melakukan dua penangkapan terkait penusukan, media Kanada melaporkan. Televisi menayangkan bangunan setinggi empat tingkat yang dikelilingi oleh barisan polisi saat tiga wanita dengan wajah tersembunyi dibawa oleh pihak berwenang.
 
Agen FBI Gelios berkata, orang tersebut masuk ke AS secara legal di Danau Champlain, New York, pada 16 Juni.
 
"Kami berupaya mengembangkan informasi lebih lanjut mengenai waktunya dan ke mana dia pergi setelah dia memasuki Amerika Serikat," tambahnya seperti dikutip Deutsche Welle, Kamis 22 Juni 2017.
 
Dia mengatakan tidak ada indikasi bahwa pria tersebut adalah bagian dari plot yang lebih luas. Tidak ada penumpang yang dilukai dalam kejadian tersebut, menurut bandara yang sudah dievakuasi dan tetap ditutup.



(FJR)