Badai Florence Menerjang, Narapidana AS tak Dievakuasi

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 14 Sep 2018 16:06 WIB
amerika serikatBadai Florence
Badai Florence Menerjang, Narapidana AS tak Dievakuasi
Warga AS di tengah Badai Florence. (Foto: AFP).

South Carolina: Pemerintah North Carolina dan South Carolina, Amerika Serikat (AS) diperintahkan untuk mengevakuasi seluruh warga. Namun, rupanya tak semua dilakukan.

Para narapidana yang berada di Lembaga Pemasyarakatan MacDougall. Lembaga tersebut merupakan fasilitas kemanan tingkat 2 dekat Ridgeville yang dibuka pada 1966.

Tempat tersebut digunakan untuk menampung para narapidana pria. Menurut juru bicara lembaga pemasyarakatan Dexter Lee, Lembaga Pemasyarakatan MacDougall merupakan satu-satunya penjara yang berada di zona evakuasi.

"MacDougall berjarak 700 meter dari sisi utara dan barat zona evakuasi, berjarak 24,3 meter di atas permukaan laut dan setidaknya 53 kilometer dari pantai," kata Lee, dilansir dari laman ABC News, Jumat 14 September 2018.

Pada konferensi pers awal pekan ini, Lee mengungkapkan sebanyak 651 tahanan ditempatkan di MacDougall.

Meski demikian, petugas komunikasi penjara di Departemen Keamanan Publik North Carolina mengatakan mereka memindahkan narapidana dan staf jauh dari badai.

Badai Florence mulai menghantam wilayah Carolina pada Kamis malam. Meski demikian, badai yang semula masuk Kategori 4 tersebut sudah diturunkan menjadi Kategori 1.

Meski demikian, angin masih berhembus 160 kilometer per jam. Angin tersebut berpotensi menyebabkan gelombang lebih dari 3 meter serta curah hujan tinggi.

Meski pun kekuatannya berkurang, namun Badai Florence masih tetap kuat untuk memporak-porandakan kota. "Ini hanyalah ukuran badai, semakin besar dan lambat badai tersebut, ancaman yang diberikan kepada kita akan semakin besar. Begitu pula dampaknya," imbuh Kepala Pusat Badai Nasional Ken Graham.

Puluhan ribu warga telah dievakuasi dari wilayah tersebut. Pasalnya, sejak Kamis sore pasokan listrik di South dan North Carolina dimatikan sebab badai ganas ini sudah menumbangkan pohon dan merobohkan tiang listrik.


(FJR)