Rusia Peringatkan 'Konsekuensi' Serangan Barat di Suriah

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 14 Apr 2018 13:08 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
Rusia Peringatkan 'Konsekuensi' Serangan Barat di Suriah
Dubes Rusia untuk AS Anatoly Antonov dalam sebuah acara di Washington, 12 Desember 2017. (Foto: AFP/MANDEL NGAN)

Washington: Ibu Kota Suriah, Damaskus, diserang koalisi Barat yang terdiri dari Amerika Serikat (AS), Inggris dan Prancis, Sabtu 14 April 2018 dini hari waktu setempat.

Serangan merupakan respons Barat atas dugaan penggunaan senjata kimia di Douma, Ghouta Timur, pada 7 April.

Menanggapi serangan Barat, Duta Besar Rusia untuk AS Anatoly Antonov mengingatkan akan adanya konsekuensi. 

"Sekali lagi kami diancam, dan kami peringatkan bahwa tindakan seperti itu tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi," kata Antonov, seperti dikutip dari laman USA Today, Sabtu 14 April 2018.

"Semua tanggung jawab ada di Washington, London dan Paris," imbuhnya.

Masih terkait serangan, Antonov menuding AS dan sekutunya melancarkan skenario yang sudah dirancang sebelumnya untuk melawan Rusia dan Suriah. Menurut dia, hal tersebut tidak dapat diterima.

Dia menambahkan, AS adalah negara dengan gudang senjata kimia terbesar di dunia. "Mereka tidak memiliki hak moral untuk menyalahkan negara lain yang sudah menghancurkan senjata kimianya," tukas Antonov.

Beberapa rentetan ledakan terdengar sekitar pukul 04.00 subuh waktu setempat, yang diikuti suara pesawat jet tempur. Asap akibat serangan muncul dari sisi utara dan timur Damaskus.

Kantor Berita Suriah SANA, melaporkan operasi gabungan koalisi Barat telah mengenai sebuah pusat riset dan beberapa instalasi militer di sekitar Damaskus. Misil yang ditujukan ke gudang militer Suriah diklaim SANA telah berhasil dicegat sistem keamanan.




(WIL)