Kesenian Sumatera Pukau Ratusan Warga Amerika

Sonya Michaella    •    Kamis, 05 Oct 2017 13:06 WIB
indonesia-as
Kesenian Sumatera Pukau Ratusan Warga Amerika
Lebih dari 400 penonton menyaksikan "The Groove of Sumatera". (Foto: Dok. KBRI Washington DC)

Metrotvnews.com, Washington: Lebih dari 400 warga Amerika terpukau dengan pementasan musik dan tari dari kelompok seni Rumah Gadang. Kelompok seni masyarakat Indonesia ini secara khusus menampilkan musik dan lagu Saluang Dendang Minang Si Jobang dari Sumatera Barat.

Selain itu, tampil pula kelompok seni Saroha dari komunitas masyarakat Sumatera Utara di Amerika Serikat (AS). Tari Dembas Simenguda menghibur para warga Negeri Paman Sam.

"Kami akan terus kenalkan kekayaan budaya Indonesia ke AS. Kami bekerja sama dengan komunitas Indonesia untuk mempromosikan ini," kata Duta Besar RI untuk AS, Budi Bowoleksono, seperti keterangan tertulis dari KBRI Washington DC kepada Metrotvnews.com, Kamis 5 Oktober 2017.

Pementasan seni yang digelar pada 30 September ini terasa istimewa karena dilangsungkan di salah satu pusat seni yang sangat prestisius di Washington, yakni The Kennedy Center. Pementasan ini digelar dengan tema "The Groove of Sumatera".



Kendati bertajuk Sumatera, kelompok seni dari Jawa Barat tak ketinggalan unjuk kebolehan. Mereka menunjukkan seni musik dari Jawa Barat dengan permainan angklung.

"Pementasan karya seni Indonesia di AS yang digelar di lokasi bergengsi seperti ini, kami harap semakin memperkuat posisi dalam mendukung diplomasi Indonesia dalam berbagai aspek di AS," lanjut dia.

"Upaya promosi terintegrasi di berbagai bidang sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai program yang telah dicanangkan pemerintah, khususnya dalam memperkuat peran Indonesia di dunia internasional," ujar Dubes Bowo, sapaan akrabnya.

Setelah acara ini, pekan depan KBRI Washington akan memulai promosi khususnya di pusat kota dengan menggunakan media promosi yang berbeda.

The Kennedy Center merupakan salah satu pusat kegiatan seni di AS. Didirikan sejak zaman Presiden Dwight D. Eisenhower, dan selanjutnya sebagai simbol untuk mengenang Presiden John F. Kennedy atas berbagai jasanya dalam mengembangkan seni. Pusat seni ini juga pernah digunakan untuk menyelenggarakan "The Phantom of Opera".


(WIL)