Oposisi Honduras Akui Kekalahan dalam Pilpres

Willy Haryono    •    Sabtu, 23 Dec 2017 15:30 WIB
honduras
Oposisi Honduras Akui Kekalahan dalam Pilpres
Salvador Nasralla mengakui kekalahan tak lama usai Washington mendukung Presiden Juan Orlando Hernandez, 22 Desember 2017. (Foto: AFP/ORLANDO SIERRA)

Tegucigalpa: Honduras menarik diri dari jurang krisis, Jumat 22 Desember 2017, usai kandidat opoisisi mengakui kekalahan dalam pemilihan umum presiden yang diwarnai aksi kekerasan sejak sebulan terakhir. Pengakuan dilakukan usai Amerika Serikat (AS) mendukung presiden petahana sebagai pemenang pilpres. 

Salvador Nasralla mengakui kekalahan tak lama usai Washington mendukung Presiden Juan Orlando Hernandez. 

"Dengan adanya keputusan dari Washington, saya sudah tidak lagi ikut dalam pilpres ini," tutur Nasralla kepada saluran televisi HCH

Ketika Nasralla mengakui kekalahannya, kepolisian Honduras menyingkirkan sejumlah barikade yang dipasang di sekeliling ibu kota oleh kubu oposisi. 

AS adalah donor utama Honduras dan merupakan mitra terbesar. Washington terus memantau perkembangan pilpres di Honduras sejak 26 November. 

Penghitungan suara dilakukan lebih dari sepekan, dan sempat berhenti tanpa penjelasan. Oposisi menuduh presiden Hernandez menang dengan cara-cara curang,

Namun Kementerian Luar Negeri AS mengucapkan selamat kepada Hernandez, usai segala "keanehan" dalam proses penghitungan suara telah diinvestigasi.

"Upaya jangka panjang secara signifikan untuk menyembuhkan perpecahan di Honduras dan melakukan reformasi elektoralnya harus segera dilakukan," ujar juru bicara Kemenlu AS Heather Nauert. 

"Kami mendorong warga Honduras dan partai-partai politiknya yang menentang hasil pilpres untuk menggunakan saluran-saluran resmi sesuai hukum negara," lanjut dia.

Nauert mencatat sejumlah pengamat internasional, baik dariAS dan Uni Eropa, melihat adanya beberapa keanehan dalam pilpres AS. Ia telah mendesak Tribunal Agung Honduras untuk menyelidiki hal tersebut. 


(WIL)


Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

8 hours Ago

Amerika Serikat kembali diguncang skandal mata-mata. Kejaksaan wilayah Washington DC menahan seorang…

BERITA LAINNYA