AS Tunda Kebijakan Larangan Masuk Bagi Pengungsi dari 11 Negara

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 25 Oct 2017 18:09 WIB
amerika serikat
AS Tunda Kebijakan Larangan Masuk Bagi Pengungsi dari 11 Negara
Presiden AS Donald Trump (Foto:AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) menunda kebijakan larangan masuk bagi pengungsi dari 11 negara berisiko tinggi. Keputusan tersebut diumumkan menjelang beakhirnya kebijakan larangan masuk sepanjang 120 hari yang dijalankan Pemerintah AS.

Dikutip dari Aljazeera, Rabu 25 Oktober 2017, Presiden Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif baru pada Selasa waktu setempat. Perintah eksekutif tersebut menginstruksikan lembaga terkait untuk melanjutkan Program Pengungsi AS.

Meskipun demikian, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS tetap akan memberlakukan proses pengawasan sepanjang 90 hari untuk pengungsi dari 11 negara yang dianggap berisiko tinggi. Pemerintah AS juga akan memperketat proses penyaringan bagi pengungsi dari berbagai belahan dunia.

Pejabat kementerian terkait menolak mengungkapkan 11 negara yang dianggap berisiko tinggi. Mereka mengatakan para pengungsi akan diteliti secara kasus per kasus.

"Proses penerimaan bagi para pendaftar dari 11 negara berisiko tinggi akan dilakukan berdasarkan kasus per kasus," ujar Kemendagri AS dalam pernyataan mereka.

Sementara itu, Amnesty International mengecam keras pengumuman yang baru saja dikeluarkan Pemerintah AS. Para aktivis menyatakan pengumuman tersebut akan membahayakan para pengungsi.

"Ini tidak akan membuat orang lebih aman. Ini justru akan membuat mereka menghadapi bahaya," kata Amnesty International.

Pada Januari, Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang melarang masuk pengungsi dari Irak dan Suriah. Beberapa bulan kemudian, Trump mengeluarkan larangan serupa bagi pengungsi dari banyak negara lainnya. 

AS menerima lebih dari 84 ribu pengungsi pada 2016. Negeri Paman Sam tersebut hanya akan menerima 45 ribu pengungsi pada tahun depan.




(WAH)