Guatemala Tegaskan Pemindahan Kedubes Tetap Berjalan

Willy Haryono    •    Sabtu, 30 Dec 2017 10:52 WIB
israel palestinapolitik guatemala palestina israel
Guatemala Tegaskan Pemindahan Kedubes Tetap Berjalan
Menlu Guatemala Sandra Jovel, (Foto: AFP/ORLANDO ESTRADA)

Guatemala City: Menteri Luar Negeri Guatemala berkukuh bahwa rencana Presiden Jimmy Morales untuk memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem tidak akan berubah. Ia menyerukan kepada semua pihak, terutama para kritikus, untuk menghormati keputusan Guatemala. 

"Ini adalah sebuah keputusan yang telah dibuat. Keputusan ini tidak akan berubah," tegas Menlu Sandra Jovel kepada awak media, dalam sebuah acara peringatan perang sipil Guatemala di tahun 1996. 

"Pemerintah Guatemala sangat menghormati posisi negara-negara dunia, dan kami juga menghormati keputusan mereka semua. Kami meyakini negara-negara lain juga harus menghormati keputusan Guatemala," lanjut dia, seperti dikutip AFP, Jumat 29 Desember 2017. 

Akhir pekan kemarin, Morales secara tak terduga mengumumkan rencana pemindahan kedubes di media sosial. Pengumuman dibuat usai Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam langkah serupa yang diambil Amerika Serikat (AS). 

Pengumuman Morales menjadikan Guatemala negara pertama yang mengikuti langkah AS mengenai Yerusalem. 

Israel mengklaim seluruh Yerusalem sebagai ibu kota mereka. Sementara Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka di masa mendatang,

Morales, membela keputusannya, mengatakan bahwa Israel adalah "sekutu" dan Guatemala "secara historis selalu pro-Israel."

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik keputusan AS dan Guatemala. Ia mengklaim ada sejumlah negara lain yang siap memindahkan kedubesnya ke Yerusalem. 

 


(WIL)