Pelayan Dipolisikan karena Hidangkan Salmon kepada Penderita Alergi

Yogi Bayu Aji    •    Sabtu, 06 Aug 2016 05:51 WIB
alergi
Pelayan Dipolisikan karena Hidangkan Salmon kepada Penderita Alergi
Simon-Pierre Canuel, 34, koma setelah menyantap salmon di Restoran Le Tapageur, Kanada. Dailymail.co.uk.

Metrotvnews.com, Kanada: Pelayan berusia 22 tahun di Kanada ditangkap lantaran menyajikan salmon kepada Simon-Pierre Canuel, 34, seorang pelanggan yang memiliki alergi akut. Canuel bahkan hampir mati setelah menelan makanan yang disajikannya.

Awalnya, Canuel sedang makan malam dengan teman kencannya di Restoran Le Tapageur di Quebec pada 29 Mei lalu. Namun Canuel, yang memiliki alergi makanan laut yang parah, kemudian terkejang-kejang dan kehilangan kesadaran. Ia menderita serangan jantung dan koma selama dua hari. 

"Pelayan itu hampir membunuhku," kata Canuel seperti dilansir Dailymail.co.uk, Jumat (5/8/2016). 

Saat itu, Canuel memesan beef tartare. Dia bercerita, sebelumnya sudah berulang kali mengatakan kepada sang pelayanan, yang namanya masih disembunyikan, soal alerginya.  

Tahu alerginya membahayakan, Canuel meminta pelayan mengecek kembali pesanan agar koki memahami kelainannya. Namun, sang pelayan tak mencatat pesanan Canuel maupun memberitahukan soal alerginya kepada koki.

Canuel pun menuduh bila sang pelayan malah ngobrol, tertawa, dan bahkan meminum minuman beralkohol bersama beberapa tamu di restoran. "Aku tahu itu adalah kesalahan, tapi kesalahan yang telah hampir merenggut hidup saya."

Saat pesanannya datang, Canuel tak tahu bila yang dimakannya adalah salmon tartare, bukan beef tartare. "Dengan pencahayaan yang redup, tidak mudah untuk membedakan antara dua menu ini, terutama jika mereka menggunakan mayones," kata Canuel. 

Beberapa saat kemudian, Canuel menyadari makanan yang dimakannya salah. Sang pelayan lalu meminta maaf dan memberikannya beef tartare. Namun, setelah itu Canuel sesak nafas hingga tak sadarkan diri.

Canuel harus dirawat di rumah sakit beberapa hari. Dia kemudian mengirimkan komplain kepada Restoran Le Tapageur namun tak pernah mendapatkan respon. Pada Juli lalu, dia akhirnya melaporkan kasus ini ke Kepolisian Sherbrooke. 

"Ketika anda tidak melakukan sesuatu yang seharusnya tugas anda, dan anda menunjukkan kecerobohan untuk hidup atau keamanan seseorang. Itu kejahatan," kata Polisi Sherbrooke Martin Carrier.

Pelayan, yang bisa dikenakan dengan kelalaian sehingga membahayakan orang lain, sudah dibebaskan dari tahanan polisi. Dia memberikan jaminan akan muncul di pengadilan jika didakwa.

Direktur kriminal dan penuntutan pidana Quebec diyakini akan membuat keputusan pada kasus dalam dua minggu ke depan. Sementara, Canuel mempertimbangkan mengajukan gugatan perdata terhadap restoran karena masih merasakan efek samping.

"Ada saat-saat ketika jantung saya berdebar-debar dan tubuh berkeringat," kata dia. "Aku masih takut pada waktu itu saya akan tertidur dan tidak pernah bangun."


(OGI)