Rusia Tolak Bertanggung Jawab atas Tragedi MH17

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 30 May 2018 10:56 WIB
mh17
Rusia Tolak Bertanggung Jawab atas Tragedi MH17
Dubes Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia. (Foto: AFP)

New York: Rusia menolak seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bertanggung jawab atas tragedi pesawat MH17 di Ukraina. Dari penyelidikan, disebutkan bahwa misil asal Rusia digunakan dalam penembakan jatuh pesawat tersebut.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan di Ukraina, Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok meminta Moskow menerima hasil penyelidikan. Penyelidikan menyebutkan pesawat MH17 jatuh ditembak rudal BUK buatan Rusia, yang disediakan brigade asal Kota Kursk.

"Tidak ada yang bisa melakukan ultimatum ke Rusia. Kami tidak dapat menerima kesimpulan tidak berdasar dari JIT, tim investigasi gabungan yang dipimpin Belanda," ujar Duta Besar Vassily Nebenzia pada pertemuan dewan, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu 30 Mei 2018.

Stef Blok mengatakan tidak ada hal baru dalam sanggahan Nebenzia. Dia mendesak Rusia untuk bekerja sama dengan Belanda dan Australia dalam mengidentifikasi pelaku penyerangan.

Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley menyuarakan dukungan kuat bagi Belanda dan Australia dalam meminta Rusia bekerja sama dengan mereka.

"Rusia harus mengakui peran dalam tragedi tersebut dan bertanggung jawab untuk mengungkap pelaku," ucapnya.

Total 298 penumpang dan awak pesawat MH17 tewas pada Juli 2014, setelah rudal menghantam pesawat mereka. Pesawat ditembak jatuh saat melintasi wilayah yang dikuasai pemberontak pro-Rusia di timur Ukraina. Pesawat tersebut dalam perjalanan dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur.

Rusia tidak menerima hasil penyelidikan Belanda. Moskow mengatakan bukti utama dari Rusia diabaikan dalam penyelidikan tersebut.


(WIL)