Satu Tahun Berlalu, Motif Penembakan Las Vegas Belum Jelas

Arpan Rahman    •    Sabtu, 04 Aug 2018 13:05 WIB
penembakan as
Satu Tahun Berlalu, Motif Penembakan Las Vegas Belum Jelas
Hotel Mandala Bayyang dijadikan Paddock sebagai tempat menembaki ratusan orang di Las Vegas. (Foto: AFP)

Las Vegas: Kurang dari setahun lalu setelah seorang pria menembaki kerumunan orang dari lantai 32 sebuah hotel Las Vegas yang menewaskan 58 orang, polisi mengaku belum dapat memastikan motif serangan.

Departemen Kepolisian Metropolitan mengeluarkan laporan akhirnya atas penembakan mematikan pada 1 Oktober di Mandalay Bay Resort and Casino. Para korban saat itu sedang menikmati festival musik country dekat hotel.

"Apa yang bisa kami jawab adalah pertanyaan mengenai siapa, apa, kapan, di mana dan bagaimana," kata Sheriff Lombardo dari Clark County.

"Sementara apa yang belum bisa kami jawab secara pasti adalah 'mengapa' Stephen Paddock melakukan tindakan itu," cetus dua, seperti dikutip dari UPI, Sabtu 4 Agustus 2018. Lombardo merujuk pada nama pelaku penembakan.

Paddock, 64, menembak dirinya sendiri di kamar hotelnya sebelum dapat ditangkap polisi. Dia tidak meninggalkan indikasi mengapa dia menembaki ratusan orang kala itu.

Baca: Pelaku Penembakan Las Vegas Bunuh Diri Usai Beraksi
 
Para saksi berkata kepada polisi bahwa Paddock adalah seorang introvert yang hanya membahas judi dan wisata -- tetapi tidak pernah membicarakan soal politik, agama atau senjata api.

Polisi mengaku telah melihat sejarah keuangan Paddock, mengevaluasi tindakannya menjelang penembakan, dan berbicara dengan beberapa saksi, termasuk pacarnya, mantan istri, dan dokter.

Kekayaan pribadi Paddock tercatat menurun tajam dalam dua tahun sebelum penembakan. Pada September 2015, ia memiliki USD2,1 juta di 14 rekening bank, angka itu turun menjadi USD530.000 pada September 2017, satu bulan sebelum penembakan.

Penembak menggunakan beberapa senapan bertenaga besar dalam serangan itu, 12 di antaranya dilengkapi dengan perangkat yang dikenal sebagai bump stock.

Selain menewaskan 58 orabng, penembakan mengakibatkan 869 lainnya mengalami luka-luka.



(WIL)