PBB: Idlib Tidak Boleh Berubah Menjadi Kolam Darah

Willy Haryono    •    Rabu, 12 Sep 2018 11:30 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
PBB: Idlib Tidak Boleh Berubah Menjadi Kolam Darah
Sekjen PBB Antonio Guterres dalam sebuah acara di Moskow, Rusia, 21 Juni 2018. (Foto: AFP/ YURI KADOBNOV)

New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengingatkan Suriah dan para sekutunya untuk tidak melancarkan operasi besar-besaran ke Idlib, provinsi terakhir yang masih dikuasai pemberontak dan grup ekstremis.

Guterres mengingatkan bahwa Idlib "tidak boleh dibiarkan menjadi kolam darah."

"Merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah terjadinya pertempuran besar di Idlib," sebut Guterres kepada awak media di markas PBB di New York, Amerika Serikat.

"Serangan ke Idlib akan mengakibatkan mimpi buruk kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konflik Suriah," lanjut dia, seperti dilansir dari kantor berita AFP.

Pernyataan disampaikan Guterres usai Rusia, Iran dan Turki bertemu pekan lalu untuk membicarakan Idlib. Turki menyerukan gencatan senjata di provinsi tersebut, namun Rusia dan Iran -- dua sekutu utama Suriah -- menolaknya.

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB telah mendengar penjelasan dari Rusia mengenai Idlib. Moskow menjelaskan bahwa rencana serangan masif ke Idlib merupakan "operasi anti-terorisme" dan segala upaya akan dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa dari masyarakat sipil.

"Tidak diragukan lagi operasi militer besar-besaran akan mengakibatkan bencana kemanusiaan," sebut Duta Besar TUrki untuk PBB Feridun Sinirlioglu kepada DK PBB.

"Serangan udara dan pengeboman akan memicu gelombang besar pengungsi dan risiko keamanan bagi Turki, seluruh Eropa dan benua lainnya," tambah dia.

Sementara itu pada Minggu 9 September, Suriah dan Rusia melancarkan serangan udara paling intensif terhadap sejumlah posisi pemberontak di provinsi Idlib

Grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) menyebut serangan tersebut merupakan yang "paling keras dan mematikan" di Idlib sejak 10 Agustus.


(WIL)


Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi
Kematian Jamal Khashoggi

Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi

1 hour Ago

Senat meminta Trump untuk memastikan apakah Pangeran Mohammed terlibat atau tidak dalam kasus…

BERITA LAINNYA