Hakim Kanada Tangguhkan UU Larangan Bercadar di Quebec

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 02 Dec 2017 16:07 WIB
kejahatan kanada
Hakim Kanada Tangguhkan UU Larangan Bercadar di Quebec
Seorang hakim menangguhkan hukum larangan bercadar bagi warga di Quebec, Kanada. (Foto: AFP).

Quebec: Seorang hakim menangguhkan hukum larangan bercadar bagi warga di Quebec, Kanada. Menurut dia, undang-undang tersebut tidak konstitusional dan mendiskriminasi perempuan Muslim.
 
Hakim Babak Barin, menangguhkan UU tersebut pada Jumat, 1 Desember 2017, kemarin. Pasalnya, UU tersebut mempengaruhi semua orang, mulai dari guru dan siswa, hingga pegawai rumah sakit, petugas polisi, dan sopir bus.
 
Dalam UU tersebut diperintahkan bahwa orang-orang dilarang mengenakan cadar penuh saat memberikan atau menerima layanan publik. Meski demikian, UU tersebut tidak menyebutkan agama secara spesifik.
 
Pengacara Catherine McKenzie, yang mewakili orang-orang yang menantang UU tersebut mengatakan, bahwa hakim mengakui bahaya akibat hukum itu.
 
"Hakim mengakui bahaya yang ditimbulkan UU tersebut kepada orang-orang yang dituju," ujarnya, seperti dilansir dari laman The Guardian, Sabtu, 2 November 2017.
 
Pemerintah liberal Quebec tetap mempertahankan UU tersebut di pengadilan. Mereka mengatakan UU itu tidak mendiskriminasi wanita Muslim.
 
"Saya tidak puas dengan keputusan hakim, karena tidak disebutkan bahwa UU tersebut bertentangan dengan hak," seru Menteri Wilayah Quebec, Philippe Couillard.
 
Menurut dia, UU tersebut lebih ke masalah keamanan, untuk mengidentifikasi wajah.
 
Penentang hukum menyebutkan bahwa mereka menargetkan minoritas mengalami ancaman dan kekerasan karena UU tersebut. Quebec sendiri memiliki sekitar 243 ribu Muslim pada 2011 dari populasi sebanyak 8 juta orang.
 
Negara yang menetapkan pembatasan pemakaian hijab penuh di muka umum kebanyakan berada di Eropa, seperti Prancis, Belgia, Belanda, Bulgaria, dan Jerman. Denmark dalam proses melembagakan larangan tersebut.



(FJR)