Aksi Saling Menyalahkan Seputar Penutupan Pemerintah AS

Arpan Rahman    •    Minggu, 21 Jan 2018 16:58 WIB
donald trumppemerintahan as
Aksi Saling Menyalahkan Seputar Penutupan Pemerintah AS
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Kepala minoritas di Senat AS Charles Schumer. (Foto: AFP)

Washington: Partai Republik dan Demokrat saling menyalahkan atas tutupnya pemerintahan (government shutdown) di Amerika Serikat. Penutupan terjadi karena kedua kubu tidak menyepakati rancangan anggaran federal.

Partai Republik menyebut penutupan ini sebagai "Schumer Shutdown." Istilah tersebut diambil dari nama pemimpin minoritas Senat, Charles Schumer, (Demokrat; New York) yang dianggap bertanggung jawab.
 
Republik menilai seharusnya pemerintahan dapat tetap dibuka jika Demokrat di Senat tidak menolak rancangan undang-undang yang diloloskan DPR. Juru bicara Gedung Putih dan Ketua DPR AS menyebut Demokrat telah menyandera masyarakat Negeri Paman Sam. 

Schumer balik merespons, dan menyalahkan Presiden Donald Trump atas tutupnya pemerintahan. 

"Demokrat tidak dapat bernegosiasi dengan seorang presiden yang plin-plan, berubah pikiran dari jam ke jam, dan cenderung mendahulukan kepentingan sayap kanan ketimbang prioritasnya sendiri," tutur Schumer, seperti dikutip The Hill, Sabtu 20 Januari 2018. Jika penutupan berlanjut, Schumer mengatakan itu terjadi karena Trump.

Baca: Kronologi Penutupan Laju Pemerintahan AS

Aksi saling menyalahkan terjadi saat harapan adanya kesepakatan untuk membuka kembali pemerintahan relatif minim.

Jajak pendapat kantor berita CNN menunjukkan, 31 persen warga AS berpendapat Demokrat bertanggung jawab atas penutupan pemerintah. Sementara 26 persen menyalahkan Republik, dan 21 persen Trump.

Bahkan sebelum pemerintahan secara resmi ditutup pada Sabtu dini hari, kedua pihak begitu menggebu untuk saling menyalahkan.

Sejumlah lembaga federal dan militer yang dianggap penting masih akan tetap beroperasi di tengah shutdown ini. Namun ribuan pegawai negeri sipil yang bekerja di lembaga atau institusi non-esensial akan dipulangkan tanpa dibayar hingga krisis ini berakhir.

Government Shutdown dalam pemerintahan AS adalah penutupan sejumlah lembaga non-esensial karena belum disepakatinya anggaran federal untuk tahun fiskal berikutnya.




(WIL)