Dipanggil Menlu Retno, Dubes AS Klarifikasi Kesalahan Pernyataan

Sonya Michaella    •    Kamis, 07 Dec 2017 19:46 WIB
indonesia-aspalestina israel
Dipanggil Menlu Retno, Dubes AS Klarifikasi Kesalahan Pernyataan
Dubes AS untuk Indonesia Joseph R Donovan memberikan keterangan usai dipanggil Menlu Retno Marsudi (Foto: Fajar Nugraha).,

Tangerang: Duta Besar Amerika Serikat (AS) Joseph Donovan memenuhi panggilan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi terkait pernyataan Kedutaan Besar AS di Jakarta soal pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
 
"Saya di sini untuk mengklarifikasi terjemahan Bahasa Indonesia dari pernyataan yang dirilis Kedubes, tidak akurat," tegas Dubes Donovan dalam konferensi persnya usai menemui Menlu Retno di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis 7 November 2017.
 
Awalnya, terdapat kata-kata bahwa Dubes Donovan sudah berkonsultasi dengan Menlu Retno sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
 
 
"Menlu Retno sama sekali tidak mengetahui keputusan AS ini sebelum Presiden Trump mengumumkannya. Bahkan Menlu Retno berharap agar AS tidak mengambil keputusan ini," ucap dia lagi. 
 
Sekali lagi Dubes Donovan menegaskan bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump tidak akan menghilangkan usaha AS untuk menjadi penengah konflik antara Palestina dan Israel.
 
"Yerusalem harus jadi tempat umat Yahudi berdoa, umat Kristiani melewati Jalan Salib dan umat Islam berdoa di Al Aqsa," ungkap Dubes Donovan mengutip apa yang dikatakan Trump.
 
"AS tetap mendukung adanya two state solution sampai kesepakatan damai tercapai antara Palestina dan Israel," tutur dia lagi.
 
 
Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu 6 Desember 2017, pukul 13.00 waktu setempat. Trump pun mengumumkan rencananya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan prosesnya segera dimulai. 
 
Keputusan Trump berbalik dengan kebijakan luar negeri AS yang menolak pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebelum konflik Israel-Palestina dapat diselesaikan.
 
Terkait keputusan Trump ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun mengapresiasi penuh dan mengajak negara-negara lain untuk mengikuti jejak AS.



(FJR)