Dibantu Trump, Enam Siswa Afganistan Boleh Ikut Kompetisi Robot di AS

Willy Haryono    •    Kamis, 13 Jul 2017 15:12 WIB
kontes robot
Dibantu Trump, Enam Siswa Afganistan Boleh Ikut Kompetisi Robot di AS
Dua dari enam siswa perempuan Afghanistan yang akan mengikuti kompetisi robot di AS. (Foto: Mohammad Shoib/Reuters)

Metrotvnews.com, Washington: Enam wanita dari sebuah sekolah di Afghanistan mengambil bagian dalam kompetisi robot di Amerika Serikat. Mereka akhirnya dapat berangkat setelah aplikasi visa mereka ditolak.

Seperti dilansir kantor berita Associated Press, Rabu 12 Juli 2017, Presiden AS Donald Trump mendesak pihak berwenang untuk memikirkan kembali keputusan memblokade visa keenam siswa tersebut. Setelah adanya campur tangan presiden, visa akhirnya diberikan. 

Larangan masuk ke AS berlaku bagi warga dari enam negara mayoritas Muslim, kecuali Afghanistan . 

Baru-baru ini, siswa dari Gambia juga mengalami penolakan visa untuk masuk ke AS.

Pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri, David Lapan, menyatakan keenam siswa itu sudah mendapatkan atas persetujuan departemen terkait dengan mempertimbangkan permintaan Trump. 

Kompetisi ini dipersembahkan kelompok non-profit First Global yang akan mempertemukan 164 tim dari berbagai negara dalam kompetisi membuat robot.

“Saya sangat bersyukur pemerintah AS telah mengijinkan Afganistan dan Gambia untuk berpartisipasi dalam kompetisi internasional tahun in,” ucap Presiden First Global Joe Sestak. 

Kompetisi robot di AS akan berlangsung dari 16 hingga 18 Juli 2017. 

“Total ada 163 tim dari 157 negara yang sudah menerima persetujuan dari Washington. Tim-tim itu termasuk dari Iran, Sudan dan Suriah," ungkap Sestak. (Ratu Tiara Sari)


(WIL)