Menlu Inggris: Kemungkinan Besar Bom ISIS Jatuhkan 7K9268

Willy Haryono    •    Selasa, 10 Nov 2015 11:15 WIB
pesawat rusia jatuh di mesir
Menlu Inggris: Kemungkinan Besar Bom ISIS Jatuhkan 7K9268
Menlu Inggris Philip Hammond di London, 5 November 2015. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

Metrotvnews.com, Washington: Kemungkinan besar sebuah bom yang dipasang kelompok militan Islamic State (ISIS) adalah penyebab utama jatuhnya pesawat maskapai Rusia di Sinai, kata Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond.

Tiba di Washington untuk bertemu Menlu Amerika Serikat John Kerry, Senin (9/11/2015), Hammond mengatakan kemungkinannya memang seperti itu, tapi penyebab pasti akan ditentukan tim investigasi gabungan Mesir dan Rusia.

Berbicara di samping Kerry, Hammond mengaku akan mendiskusikan lebih lanjut mengenai teori ledakan bom ini. 

Sebelum bertemu Kerry, Hammond sempat diwawancara kantor berita CNN. "Kemungkinan besar ISIS terlibat," ujar Hammond, saat ditanya mengenai penyebab jatuhnya pesawat maskapai Kogalymavia dengan nomor penerbangan 7K9268. 

"Namun bukan berarti itu adalah serangan langsung dari markas ISIS di Suriah. Bisa saja itu aksi individual, yang beraksi atas nama ISIS tanpa perlu mendapat perintah langsung dari markas besar, " sambungnya. 

Mesir dan Rusia sempat mengecam Inggris karena melontarkan teori ledakan bom. Hammond menegaskan pernyataannya itu didasarkan data intelijen. 

Seiring berjalannya waktu, Rusia juga akhirnya mengakui adanya kemungkinan ledakan bom sebagai penyebab jatuhnya 7K9268."Kemungkinan adanya aksi teror tentu masuk dalam salah satu (teori) penyebab jatuhnya pesawat," ujar Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev.

Pesawat maskapai Kogalymavia dengan nomor penerbangan 7K9268 jatuh di Sinai, 23 menit setelah lepas landas dari bandara Sharm el-Sheikh menuju Saint Petersburg, Rusia. Seluruh penumpang dan kru dengan total 224 orang meninggal dunia.


(WIL)