Hillary Clinton Didiagnosis Idap Pneumonia

Sonya Michaella    •    Senin, 12 Sep 2016 10:46 WIB
pemilu as
Hillary Clinton Didiagnosis Idap Pneumonia
Hillary Clinton (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, didiagnosis terkena pneumonia.

Ia terlihat sempoyongan ketika menghadiri acara peringatan tragedi 9/11 di Manhattan, New York pada Minggu 11 September pagi, waktu setempat.

Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi "inflame" dan terisi oleh cairan.

Video yang menjadi viral di jejaring sosial menunjukkan Clinton lemas dan terhuyung hampir jatuh hingga akhirnya dibawa pulang.

Setibanya di rumahnya di Chappaqua, New York, ia diperiksa. Menurut Lisa Bardack, dokter pribadinya, Clinton mengalami batuk karena alergi. Bardack juga mengungkapkan hasil pemeriksaan yang menunjukkan Clinton mengidap pneumonia.

"Ia meminum antibiotik dan disarankan untuk beristirahat dan mengganti jadwalnya. Sementara dalam acara pada pagi tadi, dia kepanasan dan dehidrasi. Saya baru saja memeriksanya dan sekarang ia mulai pulih," kata Bardack, seperti dikutip Reuters, Senin (12/9/2016).

Menurut agenda yang disusun timnya, Clinton dijadwalkan pergi ke California pada Senin 12 September untuk beberapa acara kampanye dan penggalangan dana. Namun, belum ada informasi mengenai penggantian jadwal.

Ketua Komite Nasional Partai Demokrat, Donna Brazile, mengatakan bahwa Clinton saat ini sudah pulih dan tak sabar untuk melanjutkan rangkaian kampanyenya dan kembali berjalan menuju kemenangan.

Sejumlah rekan Clinton pun menganggap bahwa pengumuman ini sebenarnya menunjukkan betapa kuatnya sang capres.

Seolah ingin menjatuhkan Clinton, rivalnya dari Partai Republik, Donald Trump, mulai menggunakan isu kesehatan Clinton ini sebagai bahan kampanye, dan menyebut Clinton tak memiliki cukup stamina untuk menghadapi lawan dari luar negeri.

Beberapa pengamat strategi politik mengatakan bahwa tim kampanye Clinton seharusnya memberikan konfirmasi agar tak menimbulkan banyak spekulasi.

Pengumuman dari dokter Clinton ini pun dianggap sebagai satu langkah yang baik.


(WIL)