AS-Jepang Sepakat Bongkar Program Nuklir Korut

Sonya Michaella    •    Selasa, 29 May 2018 08:55 WIB
Amerika Serikat-Korea Utara
AS-Jepang Sepakat Bongkar Program Nuklir Korut
PM Jepang Shinzo Abe dan Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Washington: Melalui sambungan telepon, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sepakat bahwa program nuklir Korea Utara (Korut) harus segera dibongkar. 

Trump dan Abe juga sepakat untuk bertemu sebelum pertemuan puncak antara AS dan Korut pada 12 Juni di Singapura nanti.

Perbincangan ini terjadi sehari setelah para delegasi AS dan Korut bertemu di Zona Demiliterisasi Korea, di desa Panmunjom, untuk mempersiapkan pertemuan puncak Trump dan Kim Jong Un.

"Keduanya membahas perkembangan terakhir di Korea Utara dan menegaskan mereka akan bertemu lagi untuk melanjutkan koordinasi, sebelum pertemuan yang diharapkan antara AS dan Korea Utara," kata pernyataan Gedung Putih, dikutip dari AFP, Selasa 29 Mei 2018.

"Presiden dan PM Abe menegaskan keinginan bersama untuk mencapai pembongkaran lengkap dan permanen terhadap senjata nuklir, kimia dan biologi Korut serta program rudal balistik," lanjut pernyataan itu. 

Dalam pembicaraan itu, Abe cemas jika Presiden AS Donald Trump akan fokus pada permasalahan rudal balistik antarbenua ( ICBM) dan mengabaikan misil jarak dekat yang mengancam Jepang.

Sempat mengalami ketegangan, peluang antara AS dan Korut untuk bertemu hidup kembali. 

Dalam sebuah pesan di Twitter, Trump berkata: "Saya yakin Korut memiliki potensi hebat, dan akan menjadi negara dengan perekonomian dan keuangan yang luar biasa suatu hari nanti. Itu akan terjadi!"

Optimisme Trump disampaikan usai dirinya sempat membatalkan rencana pertemuan di Singapura pada Kamis kemarin. Melalui sepucuk surat, Trump menuliskan mengenai sikap tidak bersahabat dari Korut.

Namun satu hari setelahnya, sikap Trump berubah 180 derajat dan mengatakan pertemuan dengan Kim masih mungkin terjadi.

Sementara itu, Kim dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bertemu secara mendadak di Zona Demiliterisasi beberapa hari lalu. Pertemuan keduanya dilakukan usai pengumuman pembatalan dari Trump.



(FJR)