DK PBB Gelar Rapat Darurat Bahas Bentrokan Gaza

Sonya Michaella    •    Rabu, 16 May 2018 09:35 WIB
palestina israel
DK PBB Gelar Rapat Darurat Bahas Bentrokan Gaza
Rapat darurat DK PBB di New York membahas kekerasan di Gaza. (Foto: AFP)

New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar rapat darurat terkait kekerasan yang terjadi di perbatasan Gaza-Israel. 

Rapat ini dibuka di Markas Besar PBB di New York yang diawali dengan mengheningkan cipta bagi warga Palestina yang tewas sejak Senin, akibat bombardir dari tentara Israel.

Bentrokan ini pecah akibat protes warga Palestina terhadap pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem, yang berarti sebuah pengakuan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel.

Di dalam rapat darurat ini, Inggris dan Jerman mendukung penyelidikan independen terkait bentrokan ini. Pasalnya, militer Israel mengaku, mereka membuat pertahanan diri agar warga Palestina tak menyeruak masuk ke perbatasan negaranya.

Begitu juga dengan Prancis, Belanda, Polandia dan Swedia, serta Italia dan Belgia yang menyerukan agar Israel menahan diri dari penggunaan kekuatan yang berlebihan.

Baca juga: Rusuh di Gaza, Turki-Israel Saling Usir Diplomat

Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley melancarkan serangan terhadap agresi Iran di Timur Tengah, mengutuk provokasi Hamas dan mengatakan bahwa Israel telah menahan diri.

"Tidak ada negara di dunia ini yang bertindak menahan diri daripada Israel. Faktanya, beberapa negara di sini menunjukkan bahwa mereka akan jauh lebih tak terkendali," kata Haley, dikutip dari AFP, Rabu 16 Mei 2018.

"Organisasi teroris Hamas telah menghasut kekerasan selama bertahun-tahun, jauh sebelum AS memutuskan pemindahan kedutaan ke Yerusalem. Hamas pasti senang dengan hasil kemarin (bentrokan)," lanjutnya.

Koordinator Khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov pun memberi penjelasan kepada DK PBB bahwa siklus kekerasan di Gaza perlu diakhiri dengan segera. 





(WIL)