Jajaran Internal AS Berdebat untuk Menuntut Pendiri Wikileaks

Arpan Rahman    •    Jumat, 21 Apr 2017 15:14 WIB
wikileaks
Jajaran Internal AS Berdebat untuk Menuntut Pendiri Wikileaks
Pendiri Wikileaks Julian Assange di Kedubes Ekuador di London, Inggris, 5 Februari 2016. (Foto: AFP/:BEN STANSALL)

Metrotvnews.com, Washington: Amerika Serikat (AS) masih memperdebatkan apakah akan menuntut pendiri Wikileaks Julian Assange atau tidak.

Wikileaks, yang menerbitkan sejumlah dokumen rahasia negara, sudah dibidik AS selama bertahun-tahun.

Pekan lalu, Direktur CIA Mike Pompeo mendeskripsikan Wikileaks sebagai badan intelijen "berbahaya" yang didukung Rusia, dan menyebut Assange sebagai "seorang penipu".

Namun tahun lalu, Donald Trump memuji Wikileaks atas aktivitasnya selama kampanye pemilihan umum presiden.

Munculnya surat elektronik milik seorang ajudan Hillary Clinton yang diretas dinilai sebagai salah satu faktor kekalahan dalam pilpres AS. 

Sejumlah agensi intelijen AS menyimpulkan Rusia berada di belakang peretasan itu, dan menggunakan Wikileaks untuk menjatuhkan Clinton dan mendukung Trump.

Namun Assange, yang telah tinggal di kedutaan Ekuador di London sejak 2012, mengatakan rilis tersebut tidak bermaksud memengaruhi pilpres AS.

Situs Berbahaya


Direktur CIA Mike Pompeo. (Foto: AFP)

Seperti dinukil BBC, Jumat 21 April 2017, Assange diberi suaka oleh Ekuador demi mencegah ekstradisinya ke Swedia atas tuduhan pelecehan seksual.

Pada Kamis 20 April, para pejabat AS memberi informasi kepada berbagai media mengenai perkembangan terakhir terkait Assange. Kantor berita ABC News mengatakan bahwa hal itu masih dalam tahap diskusi.

Namun menurut CNN, pihak berwenang AS telah menyiapkan tuntutan terhadap Assange.

Kementerian Kehakiman AS telah menyelidiki Assange sejak situsnya mengunggah ribuan kabel diplomatik memalukan yang dicuri seorang tentara Angkatan Darat AS bernama Chelsea Manning.

Namun di bawah Presiden Barack Obama, Kementerian Kehakiman menilai sulit untuk mengajukan tuntutan terhadap Assange.

Pemerintahan Trump berencana mengambil tindakan yang lebih tegas.
 
"Sudah waktunya untuk membongkar apa sebenarnya WikiLeaks itu -- sebuah badan intelijen non-pemerintah berbahaya, ng sering didukung sejumlah negara seperti Rusia," kata Pompeo.



(WIL)