Bahas Anggaran, Trump Tinggalkan Pertemuan dengan Senat

Arpan Rahman    •    Kamis, 10 Jan 2019 13:24 WIB
amerika serikatamerika
Bahas Anggaran, Trump Tinggalkan Pertemuan dengan Senat
Presiden AS Donald Trump masih belum sepakat mengenai anggaran dengan Senat. (Foto: AFP).

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninggalkan pertemuan Gedung Putih dengan para pemimpin kongres, pada Rabu 9 Januari atau Kamis 10 Januari waktu Indonesia. Ia berkilah bahwa diskusi mencari jalan untuk membuka kembali pemerintah yang ditutup atau shutdown sebagai ‘langkah buang waktu.’

Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer mengatakan kepada wartawan, Trump mengakhiri pertemuan tertutup di Situation Room setelah Ketua DPR Nancy Pelosi, mengatakan tidak akan setuju mendanai tembok perbatasan.

"Dia (Trump) segera bangkit dan berkata kita tidak perlu membicarakan apa pun, dan dia berjalan keluar," kata Schumer, seperti dinukil dari kantor berita UPI, Kamis, 10 Januari 2019.

Pelosi mengatakan, pertemuan itu tidak berlangsung lama. Trump juga membenarkan bahwa dia minggat dari pertemuan itu, yang juga dihadiri para pemimpin Republik.

"Baru saja meninggalkan pertemuan dengan Chuck dan Nancy, membuang-buang waktu saja. Saya bertanya apa yang akan terjadi dalam 30 hari jika saya dengan cepat membuka pemerintahan, apakah Anda akan menyetujui keamanan perbatasan yang mencakup tembok baja? Nancy berkata, TIDAK. Saya mengucapkan selamat tinggal, tidak ada yang hasilnya!" dia menulis tweet.

Schumer menggambarkan tindakan Trump sebagai "temper tantrum" (ledakan amarah) dan "tidak pantas menjadi presiden."

Wakil Presiden Mike Pence berkata kepada wartawan bahwa Trump terbuka terhadap saran Partai Demokrat bahwa mereka membuka kembali pemerintah sebelum perundingan berlanjut tentang pendanaan tembok perbatasan. Dia katakan, presiden meninggalkan pertemuan ketika Pelosi tidak berjanji untuk menyetujui pendanaan tembok setelah pemerintah dibuka kembali.

"Ketika dia (Pelosi) mengatakan 'tidak', presiden bilang 'selamat tinggal,'" kata Pence.

Pemimpin Dewan dari Partai Republik Kevin McCarthy mengatakan pihak Partai Demokrat berargumentasi selama diskusi. Dikatakan bahwa Pelosi mendebat apakah benar-benar terjadi krisis di perbatasan.

Pertemuan itu terjadi setelah Trump, Wakil Presiden Mike Pence, dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen makan siang di Capitol bersama Senat Republik. Trump diperkirakan akan menopang dukungan dari anggota partainya sebelum kembali ke Gedung Putih untuk pertemuan bipartisan.

Sebelumnya di hari itu, Trump berbicara tentang penutupan dan perebutan dana untuk tembok perbatasan selama penandatanganan RUU perdagangan manusia.

Dia mengaku kepada wartawan bahwa dia masih mempertimbangkan untuk mendeklarasikan keadaan darurat nasional sehingga dia dapat membangun tembok tanpa dukungan kongres.

"Saya pikir kami mungkin akan membuat kesepakatan, dan jika tidak, kami mungkin menempuh jalur itu," kata Trump, seraya menambahkan bahwa ia memiliki ‘hak mutlak’ untuk melakukannya.

Pence dan Nielsen, yang keduanya menghadiri pertemuan Gedung Putih sore itu, keduanya menggambarkan perbatasan selatan sebagai krisis.

Kebuntuan berpusat di sekitar dana USD5,7 miliar di mana Trump ingin mendanai tembok fisik di sepanjang perbatasan AS-Meksiko. DPR dan Senat mengesahkan RUU pendanaan sementara tanpa dana tembok yang dia incar pada 21 Desember, tetapi presiden menolak menandatangani undang-undang tersebut.

DPR yang baru dikontrol Partai Demokrat menolak menambahkan dana ke dalam undang-undang. Sementara penutupan layanan pemerintahan menyebabkan 800.000 pegawai federal cuti atau bekerja tanpa bayaran.

Trump membahas sengketa pendanaan, Selasa malam, di pidato pertamanya dari Oval Office. Dia katakan mengeluarkan proposal yang mencakup permintaan teknologi untuk mengenali berbagai jenis barang selundupan, termasuk obat-obatan terlarang dan senjata, di perbatasan, lebih banyak agen dan hakim untuk mengajukan permintaan migrasi yang sah, bantuan kemanusiaan, dan dukungan medis.

Pelosi, yang, bersama Schumer, memberikan bantahan terhadap pidato Trump Selasa malam, mengatakan pada Rabu bahwa penutupan pemerintah mengancam layanan yang dibutuhkan oleh warga Amerika.

Tenggat waktu lewat tengah malam Selasa bagi pekerja federal untuk dibayar pekan depan, yang berarti pekerja pemerintah yang terkena dampak akan kehilangan gaji pertama mereka sejak penutupan. Paling cepat mereka baru bisa dibayar pada 26 Januari.


(FJR)