AS Sebut Kemungkinan Perangkat Lunak Cacat di Boeing 737 Baru

Arpan Rahman    •    Kamis, 08 Nov 2018 18:53 WIB
Lion Air Jatuh
AS Sebut Kemungkinan Perangkat Lunak Cacat di Boeing 737 Baru
Ilustrasi Boeing (Foto:AFP)

Washington: Regulator penerbangan Amerika Serikat memperingatkan kalangan maskapai penerbangan bahwa versi terbaru dari jet Boeing 737 memiliki potensi dalam perangkat lunak keselamatan-kritis. Pihak berwenang mengeluarkan peringatan menyusul kecelakaan di Indonesia pekan lalu di mana 189 orang meninggal.

Badan Penerbangan Federal (FAA) akan memerintahkan semua maskapai penerbangan yang mengoperasikan 737 Max untuk menuruti saran yang dikeluarkan sebelumnya oleh Boeing agar mengingatkan pilot bagaimana menangani informasi yang dapat membingungkan kru serta menyebabkan terbangnya menjadi menukik turun.

Pengumuman FAA menerangkan bahwa hasil awal penyelidikan kecelakaan menduga kesalahan perangkat lunak kemungkinan berperan membingungkan kru yang menerbangkan jet Lion Air hingga jatuh ke Laut Jawa pada 29 Oktober tidak lama setelah lepas landas dari Jakarta.

Data yang diambil dari salah satu kotak hitam pesawat menunjukkan bahwa pesawat itu mengalami masalah dengan kecepatan di empat penerbangan terakhir. Kecelakaan tersebut merupakan yang kali pertama melibatkan pesawat 737 Max 8.

Dilansir dari Financial Times, Kamis 8 November 2018, pernyataan FAA, memperkuat peringatan sebelumnya oleh Boeing yang mengungkapkan bahwa bahwa penerbangan Lion Air mengalami kesalahan input dari salah satu sensor angle of attack.

Peringatan mengacu pada sensor penting yang memantau perhitungan aerodinamis dari sudut sayap relatif terhadap aliran udara. Sensor memberi informasi kepada instrumen kokpit yang digunakan oleh pilot untuk menerbangkan pesawat secara manual, tetapi juga mengirimkan data langsung ke komputer penerbangan.

Data ini memungkinkan autopilot pesawat untuk menentukan apakah pesawat akan menngalami stall. Dalam beberapa situasi, autopilot pada 737 Max akan menggantikan pilot yang menerbangkan pesawat secara manual dan mencoba menekan ujung depan pesawat jika mendeteksi kemungkinan stall.

Nick Cunningham, analis kedirgantaraan di Agency Partners, mengatakan peringatan tersebut adalah hal yang biasa. Ia menambahkan bahwa peringatan biasanya diteruskan produsen pesawat ke maskapai penerbangan.


(WAH)